Alhamdulillah, 2020 ACT Tetap Bantu Uighur

Selasa, 3 Desember 2019, 13:01 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Aksi Cepat Tanggap selalu berupaya memberikan bantuan yang terbaik terhadap krisis kemanusiaan. Demikian pula saat membantu Etnis Muslim Uighur, yang menjadi korban kekejaman pemerintah China. Sebagian besar, mereka harus mengungsi ke negara lain, salah satunya Turki.

Terkini, ACT mengikhtiarkan bantuan kepada 1.000 yatim Uighur yang ada di Turki pada 2020 mendatang. Upaya ini disampaikan Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin dalam pertemuan dengan dua orang tokoh dari Majelis Nasional Uighur di Kantor ACT, Menara 165 Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

Bentuknya berupa bantuan hidup juga rumah bagi anak-anak yatim Uighur di Turki. Selain itu, juga bantuan hidup bagi guru-guru Uighur.

Baca juga : Alhamdulillah, Program BERISI ACT Sapa Santri di Tegal

"Salah satu cara menyelamatkan generasi Uighur adalah melalui pendidikan. ACT akan mendukung 100 guru. Insyaallah ACT juga akan memberikan pangan," jelas Ahyudin, di Kantor ACT, Jakarta, Kamis (28/12).

Dikutip dari news.act.id, sejauh ini, ACT telah memberikan dukungan kepada diaspora dan yatim Uighur. Tak hanya bantuan hidup dan pangan, ACT juga memberi bantuan berupa beasiswa, beaguru, dan kurban. Pada 2019, ada 30 aksi penyaluran bantuan untuk Uighur oleh ACT.

“Bantuan yang kita berikan untuk Uighur sepanjang tahun 2019 lalu antara lain, bantuan musim dingin, pangan, dan pakaian muslim di Turki, bantuan pendidikan untuk sejumlah anak-anak Uighur yang bersekolah di luar negeri," papar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response (GHR)-ACT.

Baca juga : Alhamdulillah, Sumur Wakaf di Tasik Penuhi Kebutuhan Warga

Ketua Majelis Nasional Uighur Seyit Tumturk menyambut baik inisiasi bantuan ini. Ia mengaku takjub, saat jutaan orang Indonesia melakukan pembelaan atas Uighur di depan Kedutaan Besar Cina di Jakarta tahun lalu.

Lebih lanjut ia berharap, bangsa Indonesia membersamai perjuangan Uighur, bahkan generasi penerus Uighur. “Untuk anak-anak (Uighur) tentunya banyak tekanan, sehingga mereka hidup tidak dalam keadaan yang sangat baik,” ujarnya.

Lanjutnya, ada 35 juta diaspora Uighur terdapat di daerah Kazakhistan, Uzbekhistan, dan sekitarnya. Namun, hak-haknya dibatasi sehingga menimbulkan permasalahan. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal