Pakai VOA dan ITK Tapi Kerja Jadi PSK Dengan Tarif 15 Juta, Dua Cewek Uzbekistan Diangkut Petugas Imigrasi Jakbar

Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat
Sabtu, 15 Nopember 2025, 09:49 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Direktorat Jenderal Imigrasi, melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat berhasil mengamankan 2 (dua) Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan yang diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal karena melakukan praktik prostitusi online.

Berawal dari patroli siber terkait maraknya prostitusi online yang dilakukan WNA di wilayah Jakarta Barat, Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat bergerak melakukan penyelidikan.

"Berdasarkan surat perintah tugas, pada Rabu 12 November 2025 sekitar pukul 20.45 WIB, petugas Inteldakim melakukan Undercover Buying guna mengungkap pelaku praktik prostitusi online," ujar Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Jumat (14/11).

"Petugas melaksanakan pengawasan di sebuah penginapan di daerah Jakarta Barat dan berhasil mengamankan SS dan KD, dua WN Uzbekistan," sambungnya.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan Jadi Penghantar Tugas Abadi Dua Bhayangkara Polda Jawa Timur

Dalam pemeriksaan, SS yang berusia 35 tahun dan KD yang berusia 22 tahun ini menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) dan Visa On Arrival (VoA) untuk memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, kedua WNA wanita ini diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal dengan modus praktik prostitusi online.

Petugas mengamankan barang bukti berupa 2 (dua) buah paspor kebangsaan Uzbekistan milik SS dan KD, 2 (dua) boks alat kontrasepsi, dan juga uang tunai dengan total Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) yang dipegang oleh saudara SS sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan Saudara KD sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah), serta 2 (dua) buah telepon genggam milik saudara SS dan KD yang didalamnya terdapat riwayat percakapan elektronik terkait transaksi praktik prostitusi online.

Dalam praktiknya, SS dan KD mengaku dibantu seseorang dengan inisial L yang berperan sebagai penghubung antara calon klien dan saudara SS dan KD. Namun untuk keberadaan L masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kedua WN Uzbekistan ini memberikan tarif sebesar 900 USD (sembilan ratus dolar Amerika Serikat) atau Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) kepada kliennya.

Setelah mendapatkan cukup bukti, petugas selanjutnya membawa SS dan KD ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini mereka dalam tahap pemeriksaan oleh Penyidik pada Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan dilakukan pendalaman apakah kedua WNA tersebut berkaitan dengan sebuah jaringan yang mengendalikannya.

Baca juga : Tolak Tunjukkan Paspor, Diplomat Nigeria Diamankan Petugas Imigrasi

Jika terbukti, mereka dapat dikenakan Tindak Administratif Keimigrasian berupa Deportasi dan Penangkalan sebagaimana disebutkan dalam pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan dugaan penyalahgunaan izin tinggal sesuai dengan Pasal 122 huruf a.

Pamuji Raharja, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, memberikan apresiasi atas langkah tanggap dan profesional yang dilakukan oleh jajaran Imigrasi Jakarta Barat.

“Kami mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Jakarta Barat yang responsif dalam melakukan pengawasan terhadap WNA. Upaya seperti ini penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Jakarta, tetap kondusif,” ujarnya.

“Keberhasilan penangkapan WNA ini merupakan bukti kinerja organisasi yang baik dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan dan penindakan WNA. Semoga hasil ini menjadi pemicu bagi seluruh jajaran petugas imigrasi untuk semakin optimal dalam menegakkan aturan keimigrasian”, kata Pamuji.

Baca juga : Banyak Masalah Jakarta, Fokus Terlebih Dahulu pada Dishub DKI, Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta

Imigrasi Jakarta Barat menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan dan penindakan keimigrasian, serta mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan aktivitas melibatkan orang asing yang mencurigakan dan mengganggu ketertiban umum di lingkungannya.(RIP)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal