LampuHijau.co.id - Sesuai kemampuan yang dimiliki, Novita Dewi yang juga seorang wanita karier, optimis mampu membesarkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Tourisindo (Jaktour).
"Dengan mengucap Bismillah, saya optimis mampu menjalankan amanah yang diberikan pak Gubernur DKI Anies Baswedan kepada saya sebagai Dirut PT Jaktour," ucap Novita kepada Lamjo Jak di Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Baca juga : Kerja Keras, Anak Kampung Ini Diangkat Jadi Komisaris
Optimisme itu semakin menguat, karena Novita akan bekerja sama dengan seluruh jajaran di PT Jaktour yang dipimpinnya. Artinya, sinergis.e dan kerja keras akan menjadi kunci keberhasilan dalam memimpin BUMD ini. Termasuk sinergitas dengan Pemprov DKI dan DPRD DKI.
"Saya mengajak semua teman-teman di PT Jaktour untuk sama-sama bekerja keras memajukan peusahaan. Bila ini terwujud, saya yakin perusahaan akan menjadi besar di masa mendatang," harap Novita.
Baca juga : Ngaku Nggak Ada Beban, Pras Optimis Mampu Pimpin DPRD DKI Periode 2019-2024
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak jajaran direksi PT Jakarta Tourisindo (Jaktour Group), BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang bergerak di bidang pariwisata dan perhotelan. Ada dua jajaran direksi yang diganti, yakni Dirut Jaktour Group Jeffry Zacharias Rantung dan Direktur Keuangan (Dirkeu) Mulyanis Putra. Jefrry digantikan oleh Novita Dewi dan Mulyanis digantikan oleh Zulfarshah.
Novita merupakan seorang pengusaha sukses. Dia juga tercatat sebagai salah satu bendahara Tim Pemenangan Anies-Sandi pada Pilkada Jakarta 2017. Sedang Zulfarshah, terakhir menjabat sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank DKI. Serah terima jabatan kedua direktur tersebut dilakukan hari ini di kantor Jaktour di Grand Cempaka Business Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Baca juga : Pererat Sinergisme, Wali Kota Sambangi Ulama di Jaktim
"Perombakan ini pastinya berbasis kinerja," kata Komisaris Utama Jaktour Group Budi Siswanto.
Pada 2015-2016, Jaktour Group sempat terpuruk dan menanggung defisit hingga Rp19,7 miliar, sehingga pada Agustus 2017 Gubernur Anies Baswedan merombak jajaran komisaris dan direksinya. Perombakan itu membuahkan hasil karena pada 2018, BUMD ini dapat memangkas defisit sebesar Rp4,2 miliar. (ULI)