LampuHijau.co.id - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Administrasi Jakarta Timur Budhy Novian menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya bertekad menciptakan wilayah Jakarta Timur yang tertib, aman, dan nyaman.
Guna mewujudkan hal itu, Budhy meminta seluruh personel Satpol PP wajib bekerja sungguh-sungguh, disiplin tinggi, profesional dengan niat ikhlas melayani masyarakat. Ia juga mengharapkan seluruh warga Jakarta Timur menaati peraturan perundang-undangan yang ada, agar tercipta kehidupan yang baik dan berkesinambungan.
Baca juga : Atasi Banjir di Setu, Pemkot Jaktim Gunakan Dana CSR
Pada akhir 2019 ini, Satpol PP Pemkot Jakarta Timur telah melakukan penataan wilayah yang melibatkan instansi terkait di kawasan Jalan Jatinegara, Kecamatan Jatinegara. Mengapa Jalan Jatinegara Raya menjadi pilihan pertama program penataan wilayah yang dilakukan Satpol PP Pemkot Jaktim?
"Ya, Jatinegara itu salah satu pintu gerbang masuk ke Jakarta Timur saat ini kondisinya semrawut, banyak sekali PKL menyerobot trotoar, mereka jualan di bahu jalan. Ya tentu kita tertibkan," kata Budhy kepada wartawan Jumat (29/11/2019).
Baca juga : Terkait Perubahan RTRW, Sekko Jaktim Pimpin Tim Kecil Pengawasan Zonasi Wilayah
Dalam menjalankan program penataan wilayah itu, diturunkan 60 personel dari Satpol PP Pemkot, kemudian ditambah Satpol PP kecamatan dan kelurahan. "Alhamdulillah, penataan berjalan lancar. pedagang ikan hias dan aneka satwa yang jualan di trotoar kami tertibkan dengan persuasif, aman dan lancar," ujar Budhy.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Aslog Kodam Jaya, menempatkan pedagang ikan di salah satu lahan milik Kodam Jaya tersebut. "Kami berterima kasih sekali kepada TNI yang memberikan izin lokasi tanahnya sementara menjadi tempat untuk berjualan PKL. Ini luar biasa. Sebab. Kalau kita menata PKL tidak ada tempat untuk mereka berjualan ya tidak mungkin mereka mau ditata," kata Budhi.
Baca juga : Sambut Ramadhan, Satpol PP Sosialisasi Jam Operasional Tempat Hiburan Malam
Penataan wilayah akan terus dilakukan. Pada tahun 2020 mendatang, ada enam titik penataan wilayah menjadi program unggulan. "Jadi, wilayah Jatinegara dari Jalan Salemba Raya hingga Jatinegara Raya menjadi yang pertama. Dilanjutkan ke kawasan yang lain, seperti Jalan Dewi Sartika hingga PGC Cililitan sampai Jalan Kramatjati Raya (depan pasar Kramatjati) hingga Jalan Raya Bogor, Pasar Induk Kramatjati," tuturnya menambahkan.
Budhy berharap, masyarakat di Jakarta Timur mendukung program penataan wilayah ini agar ke depan tercipta wilayah yang aman, nyaman dan tertib. (ULI)