Dua Titik Bottleneck Bikin Macet Panjang di Jalan Yos Sudarso Arah Tanjung Priok, Kasudinhub Jakut Usul Pindahkan Halte Transjakarta

Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Hendrico Tampubolon
Rabu, 22 Oktober 2025, 12:41 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ruas Jalan Yos Sudarso tepatnya di kawasan Artha Gading - Toyota dan di depan kantor Pemkot Jakarta Utara menjadi titik simpul kemacetan lantaran terjadi fenomena leher botol (bottleneck). Kemacetan parah selalu terjadi pada pagi dan sore hari. Fenomena leher botol adalah ruas jalan yang besar kemudian menyempit sehingga menimbulkan antrian kendaraan yang panjang.

"(kemacetan) Biasanya terjadi pada jam-jam sibuk pagi hari dan sore hari. Ketika banyak kegiatan, tapi kalau kita lihat di jam-jam tertentu cukup padat karena tadi banyak bottleneck jadi terhambat gerak untuk kendaraan," terang Kasudin Perhubungan Jakarta Utara, Hendrico Tampubolon saat dikonfirmasi, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Hendrico, salah satu penyebab kemacetan yang sangat krusial di wilayah Jakarta Utara berada di arah Selatan ke Utara yakni di sekitar putaran Artha Gading - Toyota. "Di Toyota dari 6 jalur ketika masuk depan Toyota itu sudah satu jadi tinggal 2 jalurnya. Satu dipakai (jalur) busway, satu lagi terhambat," ujarnya.

Baca juga : Dilanda Rob, Tanggul di Pulau Untung Jawa Akan Ditinggikan

Ditambah dengan adanya Transjakarta yang menuju Pluit yang memotong jalur dari kanan ke kiri, hal itu menyebabkan beberapa hambatan dalam hitungan menit dikali dengan jumlah kendaraan yang melintas. Itu yang menjadi bottleneck.

Pihaknya pun mengusulkan pemindahan 2 sisi halte Transjakarta yang berada di sisi utara ke selatan dari Polres Jakut ke arah Artha Gading dan sebaliknya dari selatan ke Utara. "Jadi (nanti halte Transjakarta) masuk di tengah atas jalan tol. Itu juga sejalan dengan program Walikota kaitan dengan penataan kolong jalan tol," katanya.

Selain itu, titik kemacetan bottleneck juga terjadi di depan kantor Walikota Jakarta Utara. "Itu menjadi bottleneck karena dari 4 jalur yang menyempit menjadi 2 jalur, ditambah lagi 1 jalur busway di depan (kantor) walikota. Dari 4 (jalur) pas keluar tol juga menjadi dua jalur dan satu (jalur) lagi ketutup karena jalur busway," paparnya.

Baca juga : Jaksa Bongkar Modus Kredit Fiktif di Bank Jatim cabang Jakarta, Rugikan Negara Rp 299 M

Dengan adanya kondisi kemacetan selama bertahun-tahun tersebut, Sudin Perhubungan Jakarta Utara mengusulkan agar dilakukan rekayasa pemindahan halte Transjakarta yang berada di Toyota Artha Gading dan depan Kantor Pemkot Jakarta Utara.

"Itu yang menjadi pandangan kita dan pengusulan dibeberapa rapat untuk dilakukan rekayasa pemindahan halte (Transjakarta) di Toyota Artha Gading agar bisa dimasukkan ke tengah jalur bawah tol, dimundurkan dikit. Hal itu juga sejalan dengan program Walikota Jakarta Utara kaitan dengan penataan jalan dibawah tol," ujarnya.

Selain menggeser lokasi halte Transjakarta yang ada di kawasan Artha Gading, halte Transjakarta yang berada di depan kantor Pemkot Jakarta Utara juga diusulkan agar lokasi titiknya dipindahkan ke depan kantor Polres Metro Jakarta Utara.

Baca juga : Sebut Argumentasi AJI Nggak Konsisten, Iwakum: Uji Materi UU Pers untuk Perkuat Perlindungan Wartawan

"Nanti juga yang di walikota itu digeser maju dikit dekat putaran depan Polres (Jakut). Itu mudah-mudahan sih bisa memberikan dan menambah ruang jalan sehingga kemacetan lebih berkurang lagi," katanya.

Hendrico menyebutkan, kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan depan kantor Pemkot Jakarta Utara karena sebelumnya ada 2 lajur dan tambah lagi yang keluar dari tol. Jalur tersebut, sambungnya, bertemu di depan halte Walikota.

Ditambah lagi ada busway yang menurunkan penumpang di halte tersebut sehingga ruas jalan tertutup tinggal 1 jalur. "Itu yang menyebabkan bottleneck disitu. Kami harapkan secepatnya, kalau bisa (rekayasa lalin dimulai) tahun depan," ucapnya.(RIP)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal