PWI Jaya Susun Kepengurusan, Kesit: Ditata Lebih Bagus

Rapat pleno kepengurusan PWI Jaya, Selasa (14/10/2025). (Foto: ist)
Selasa, 14 Oktober 2025, 23:16 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya melakukan penyesuaian susunan kepengurusan setelah sejumlah pengurus mengundurkan diri karena mendapat amanah baru di PWI Pusat. Selain itu, lantaran seorang di antaranya berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Ketua PWI Jaya Kesit B. Handoyo menyampaikan, perubahan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan menunjukkan sinergi antara PWI Jaya dengan PWI Pusat.

"Kami mendukung sepenuhnya rekan-rekan yang kini berkiprah di PWI Pusat. Semoga mereka terus membawa semangat profesionalisme dan solidaritas khas PWI Jaya di level nasional,” ujarnya dalam rapat pleno yang digelar secara luring dan daring di Markas PWI Jaya, Selasa (14/10/2025).

Kesit juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu pengurus aktif PWI Jaya yang selama ini dikenal berdedikasi tinggi. Adv. Fathan Rangkuti yang merupakan Ketua Seksi Wartawan Multimedia, meninggal karena sakit pada pekan lalu.

Baca juga : PAM Jaya Bukan Diprivatisasi, Oleh: Direktur Jakarta Institute Agung Nugroho

"Saudara Fathan Rangkuti telah memberikan banyak kontribusi bagi organisasi. Semoga segala amal dan kebaikannya diterima di sisi-Nya,” kata Kesit.

Dan dalam rapat pleno, disepakati sejumlah perubahan struktur dan pengisian jabatan baru. Benny Joewono ditetapkan sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya, yang menggantikan Johny Hardjojo. Kini, Dewan Penasihat pun diperkuat dengan bergabungnya dua anggota baru, yakni M. Nasir dan M. Kusnaeni, komentator sepakbola yang populer dengan nama 'Bung Kus'.

Sebagaimana diketahui, lima pengurus PWI Jaya masuk dalam kepengurusan PWI Pusat 2025-2030. Selain Johny Hardjojo, yang diangkat sebagai Ketua dmDepartemen Hankam, TNI dan Polri; yang lainnya adalah Kadirah, Anrico Pasaribu, Hengky Lumban Toruan, dan Sumber Rajasa Ginting.

Kadirah, wakil ketua bidang pembinaan daerah di Pengurus Harian, diganti Stanislaus Jumar Sudiyana dari Radio Sonora. Anrico, ketua seksi wartawan hukum, diganti oleh Rinto. Pengganti Ginting di posisi ketua seksi kemitraan, kerja sama, dan hubungan antarlembaga adalah wakilnya, Raden Wuryanto.

Baca juga : Lapas Subang Kebakaran, Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa!

Kesit menegaskan, PWI Jaya tetap membuka ruang dialog dan kebersamaan bagi seluruh anggota. “Bagi rekan-rekan yang selama ini mungkin memiliki pandangan berbeda, kami akan menanganinya dengan bijak dan melalui pendekatan yang lebih baik. PWI Jaya adalah rumah bersama, tempat semua insan pers bisa berkontribusi dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Dia menambahkan, penyesuaian ini tidak semata-mata menyangkut struktur, tetapi juga upaya memperkuat soliditas, profesionalisme, dan nilai-nilai kebersamaan di tubuh organisasi.

“Kepengurusan boleh berubah, tapi semangat kebersamaan harus tetap menyala,” katanya.

Perubahan susunan pengurus PWI Jaya ini akan segera dituangkan dalam surat keputusan resmi dan disosialisasikan kepada seluruh anggota. Sosialisasi kepada anggota di seluruh wilayah ini juga dikaitkan dengan banyaknya pemegang KTA dari hasil OKK yang tidak dilakukan oleh PWI Jaya.

Baca juga : Muzani: Jaga Konsensus Kebangsaan, Indonesia Dibangun dari Semangat Bersama

Kesit menegaskan, PWI Jaya tidak mengakui produk yang tidak dihasilkan kepengurusannya. "Bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh mereka silakan melapor pada aparat berwenang, polisi, atau sampaikan ke PWI Jaya," tegasnya.

Terkait dengan OKK, PWI Jaya akan kembali menggelar OKK pada akhir Oktober. "OKK inhouse di RRI Jakarta, pesertanya lebih dari 20 orang," kata Kesit. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal