Diskusi KI DKI dan Universitas Budi Luhur, Publik Pemilik Informasi, Pemerintah Cuma Pengelola

Seminar Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta bersama FKDK Universitas Budi Luhur, Kamis (25/9/2025). (Foto: ist)
Jumat, 26 September 2025, 19:56 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghimbau bahwa keterbukaan informasi publik (KIP) berperan penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang transparan.

“Pemerintah Provinsi bersama KI DKI Jakarta berkomitmen terus memperkuat sistem keterbukaan informasi publik yang mendukung tata Kelola Pemerintahan yang baik,” ujar Gubernur Pramono Anung melalui virtual di seminar Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta bersama Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK) Universitas Budi Luhur.

Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim menekankan, keterbukaan informasi bukan sekadar amanat undang-undang, tetapi jantung demokrasi modern.

Baca juga : Partisipasi Publik Penting di Perppu Ciptaker, Pengamat: Pemerintah Harus Mendengar

“Pemilik informasi sesungguhnya adalah publik. Pemerintah hanyalah pengelola yang berkewajiban memastikan setiap data bisa diakses dengan mudah,” tegasnya dalam seminar tersebut, Kamis (25/9/2025).

Chico menilai, menutup informasi di era digital hampir mustahil dilakukan. Tantangan ke depan, adalah bagaimana publik terutama generasi muda mampu mengajukan pertanyaan kritis dan memanfaatkan data secara bijak.

Dia juga menekankan transparansi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi pemerintah.

Baca juga : KIB Umumkan Capres di Akhir Pendaftaran Pemilu, Ini Penjelasan dan Analisa Pengamat...

Komisioner KI DKI Jakarta Ferid Nugroho turut mengingatkan pentingnya klasifikasi informasi yang wajib diumumkan badan publik, baik informasi berkala, serta-merta seperti bencana, maupun informasi setiap saat yang harus tersedia.

Sementara Denik Iswardani Witarti, dosen FKDK Universitas Budi Luhur, menekankan peran mahasiswa sebagai garda terdepan pengawasan keterbukaan informasi.

“Mahasiswa adalah digital native dengan kanal luas untuk menyuarakan perubahan. Kritik bukan sesuatu yang negatif, melainkan kontribusi nyata untuk membangun,” ujarnya.

Baca juga : Ini Alasan Mayoritas Fraksi di DPR RI Tolak Rencana Pemerintah Pungut PPN dari Sekolah

Seminar yang menghadirkan Chico Hakim, Ferid Nugroho, dan Denik Iswardani ini dipandu oleh Yori Pusparani. Acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dalam mengawal transparansi di Jakarta.

"KI DKI Jakarta menggelar seminar ini untuk menegaskan pentingnya kolaborasi menjaga keterbukaan informasi publik. Dengan semangat partisipasi dan dukungan teknologi, Jakarta diharapkan unggul bukan hanya dalam infrastruktur, tetapi juga transparansi dan akuntabilitas,” pungkas Ferid. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal