LampuHijau.co.id - Salah satu warga RW 01 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara menceritakan perbedaannya sebelum dan sesudah memiliki Septictank di rumahnya.
"Kalau dulu pas lagi banjir, itu kali meluap, bahaya sekali, jadi pada gatal-gatal, diare, anak-anak juga. Selain itu disaat kalau pagi hari kita ngopi atau duduk santai depan rumah, terus ada tetangga yang BAB, jadinya ikut kehirup juga tuh aroma yang kurang sedap," kata Tubagus (52) yang letak rumahnya berdekatan dengan kali, Jumat (19/9).
Baca juga : Motornya Keluar Api Pas Lewat di Pademangan, Yang Naik Lompat, Selamat
"Setelah kita dibuatin Septictank gratis, kita sangat berterimakasih sekali. Jadi, sudah tidak ada lagi tuh aroma tak sedap, sudah hilang," tambah Tubagus.
Sebelumnya disebut, rumah-rumah diwilayah Jakarta Utara masih ada yang belum memiliki septictank, sehingga banyak warga melakukan buang air besar ke saluran air, got maupun kali. Dengan ditemukannya pola hidup kurang sehat seperti itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara membuat program septictank komunal gratis. Seperti diwilayah RW 01 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, terdata ada 6 titik yang dilakukan penggalian untuk pembuatan septic tank.
"Iya diwilayah RW 01 ada 6 titik yaitu RT 01 ada 2 titik, RT 03 ada 1 titik, RT 02 ada 1 titik, dan RT 06 ada 2 titik," terang Dedi Permana, LMK RW 01 Pademangan Barat.
Sebelum dilakukan pengerjaan septictank komunal kata Dedi, warga harus melalui survei dan mengisi kuisioner kesanggupan dahulu. Setelahnya baru dilakukan survei kembali di titik lokasi tentang bisa atau tidaknya dibuatkan septictank komunal.
"Jika lolos survei, baru bisa dilaksanakan pengeboran dilokasi dengan disaksikan oleh pemilik rumah," jelas Dedi.
Dedi berharap, dengan dibuatnya septic tank, masyarakat bisa merubah pola hidupya dari yang kurang sehat menjadi masyarakat yang sehat.(RIP)