LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta resmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berteknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di pulau Payung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Pembangunan SWRO ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga pulau dengan asumsi 60 liter per orang setiap hari.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini mengatakan, peresmian SWRO ini dilakukan secara serentak di empat pulau. Untuk Pulau Panggang memiliki kapasitas 3 liter per detik, Pulau Pramuka berdaya 1,5 liter per detik, Pulau Payung 0,25 liter per detik dan Pulau Kelapa Dua berdaya 0,25 liter per detik.
"Kami akan membangun beberapa pulau lagi yang pada 2020 nanti, sehingga totalnya akan ada 11 SWRO," kata Juaini di lokasi peresmian SWRO Pulau Payung, Rabu (20/11).
Ia menjelaskan, seluruh pembangunan IPA berteknologi SWRO ini dibangun memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada 2018 lalu. Adapun yang menjadi operator dari SWRO ini adalah Perusahaan Daerah (PD) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.
Baca juga : Syakir: Kekosongan Wagub Harus Segera Disahkan dari PKS
Pembangunan SWRO ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga pulau, dengan asumsi 60 liter per orang setiap hari. "Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum,” jelasnya.
Direktur Utama PAM JAYA Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, sejak 2019, PAM JAYA telah melayani warga Pulau Untung Jawa melalui IPA yang menggunakan teknologi SWRO dengan kapasitas produksi sebesar 2,5 liter per detik untuk melayani 288 KK warga Pulau Untung Jawa.
Tahun ini, imbuhnya, PAM JAYA akan mengoperasikan IPA SWRO termasuk jaringan distribusi yang dibangun oleh Dinas SDA Pemprov DKI Jakarta pada 2018. Pengelolaan ini dilakukan PAM JAYA berdasarkan Surat Penugasan dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 62 Tahun 2019.
"Kami terus berupaya untuk memperluas akses air bersih di Jakarta. Khususnya pulau seribu," ungkapnya.
Baca juga : Ingin Tetap Bersama Warga, Puluhan Akte Dibagikan Dokter Dian Kepada Warga
Adapun IPA l-9IPA SWRO dan jaringan distribusi yang siap operasi adalah: SWRO Pulau Panggang dengan jumlah penduduk 2.335 jiwa Kapasitas 3 lps dan Jumlah pelanggan 1.184 sambungan. SWRO Pulau Pramuka; Jumlah penduduk 2.174 jiwa; Kapasitas 1,5 lps dan Jumlah pelanggan 653 sambungan; SWRO Pulau Payung, jumlah penduduk 199 jiwa, Kapasitas 0,25 lps dan Jumlah pelanggan 49 sambungan. SWRO Pulau Kelapa Dua, jumlah penduduk 440 jiwa Kapasitas 0,25 lps.
"Pada tahun 2020, pelayanan akan ditambah kepada 3 pulau yaitu Pulau Kelapa & Pulau Harapan (5 lps), Pulau Tidung (2,5 lps), dan Pulau Lancang (1,5 lps)," pungkasnya.
Sementara, tokoh masyarakat di Pulau Payung, Jamaludin (48), menuturkan air yang selama ini berada di pulau payung terasa payau bahkan asin, sehingga warga membeli air isi ulang dari daratan Pelabuhan Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
"Bila air tanah terasa asin, mereka akan beralih memakai air baku yang dibeli seharga Rp 25.000 per kubik," ungkapnya.
Baca juga : Baru Launching, Water Truck 2.0 ACT Tancap Gas Distribusikan Air Bersih
Menurut Jamalludin, air merupakan sumber kehidupan karena segala aktivitas masyarakat sangat bergantung pada air. Selain untuk diminum, air juga digunakan untuk keperluan masak, mencuci, mandi dan sebagainya.
Kondisi ini sudah dirasakan oleh 193 warga dari 58 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Payung. Apalagi musim kemarau ini sudah berjalan enam bulan lebih. Kondisi ini membuat warga lebih selektif untuk memakai air baku yang dibeli dari daratan. Air tawar itu justru hanya dipakai untuk minum dan masak saja.
“Ada juga yang ngambil dari sumur (tanah) untuk masak dan minum, yah untuk menjaga di akhir nanti bila ada kekurangan air di sumur alam itu. Kami bersyukur dengan adanya SWRO ini. Semoga warga bisa mendapatkan air bersih dengan mudah," ungkapnya. (ULI)