Dorong Transaksi Nontunai di Pasar Tradisional, Bank Jakarta Raih 3 Penghargaan Digitalisasi Pasar

Gubernur Jakarta Pramono Anung serahkan penghargaan Lomba Digitalisasi Pasar, Kamis (21/8/2025). (Foto: ist)
Jumat, 22 Agustus 2025, 23:30 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dorong penerapan transaksi nontunai di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Bank Jakarta meraih penghargaan Mitra Perbankan dan Mitra Bank Literasi Keuangan dalam ajang Lomba Digitalisasi Pasar yang turut diikuti BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Lomba Digitalisasi Pasar dilakukan secara kolaboratifantara Pemprov DKI Jakarta, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Indonesia (BI). Lomba ini bertujuan untuk mendorong pasar tradisional beralih ke sistempembayaran digital demi menciptakan transaksi yang lebihcepat, aman, dan transparan.

Sebagai informasi, dari 153 pasar yang dikelola PerumdaPasar Jaya, sebanyak 20 pasar tradisional dijadikan lokasi percontohan. Pasar-pasar tersebut dipilih secara acak dengan mempertimbangkan klasifikasi (kelas A, B, dan C) serta jumlah tempat usaha yang aktif.

Mereka bersaing dalam beberapa kategori, yakni Program Literasi Teraktif, Digitalisasi Keuangan Terbaik, dan Akses Keuangan Termasif.

Bank Jakarta memperoleh tiga kategori penghargaan sekaligus, yaitu sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja), dan Pasar A (Pasar Mayestik), serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Baca juga : Gelar Operasi Wirawaspada, Imigrasi Jakarta Utara Amankan 8 Warga Negara Nigeria

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung kepada Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo. Penyerahan penghargaan disaksikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta Yosamartha; Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek Edwin Nurhadi. Gelaran acara berlangsung di Main Hall Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025).

Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam pidatonya mengatakan, dirinya berpikir sederhana bahwa digitalisasi tidak bisa dihindarkan.

"Tetapi kalau proses literasinya tidak dilombakan, para perbankannya tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lompatan, lonjakan. Maka ketika pada pembukaan Lomba Digitalisasi Pasar, saya tidak membayangkan bahwa kenaikannya bisa sangat signifikan. Pemakaian QRIS, termasuk transaksinya. Ini menunjukkan apa yang kita lakukan bersama ini, menunjukkan kemajuan yang luar biasa," katanya.

Dia menambahkan, Jakarta memberikan kontribusi 16,61 persen terhadap GDP nasional dengan pertumbuhan 5,18 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen. Artinya, Jakarta tumbuh lebih baik.

Salah satu faktor pendorongnya adalah digitalisasi. Dengan digitalisasi, copet berkurang, premanisme menyusut, dan pasar Tanah Abang sebagai sentra pasar ASEAN bisa kembali hidup.

Baca juga : Perjuangkan Hak Warga Atas Akses Air, Balkoters Raih Penghargaan Jakarta Water Hero

"Karena itu, saya mengapresiasi perbankan, BI, OJK, serta Pasar Jaya yang sudah berkolaborasi. Hasilnya luar biasa, penggunaan QRIS di 20 pasar meningkat hampir 47 persen, NPWP pedagang juga naik signifikan, dan transaksi e-commerce melonjak lebih dari 40 persen," kata Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Jakarta. Dia juga menyampaikan, Bank Jakarta menjadikan Lomba Digitalisasi Pasar ini sebagai ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

"Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal.

Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan," ujarnya.

Kepala Pasar Mayestik Dewi Ratna Furi turut bersyukur bahwa Pasar Mayestik menerima penghargaan kategori Pasar Digital Terbaik Tipe A pada ajang Lomba Digitalisasi Pasar. Dia juga menyambut baik berbagai upaya literasi keuangan yang dilakukan oleh industri perbankan, terutama Bank Jakarta yang ditunjuk sebagai mitra utama Pasar Mayestik dalam melakukan digitalisasi.

Baca juga : Polresta Cirebon Naikkan Pangkat dan Beri Penghargaan Puluhan Anggota Berprestasi

"Kolaborasi antara Pasar Mayestik dan Bank Jakarta dalam ajang Lomba Digitalisasi Pasar merupakan langkah yang sangat positif dan strategis. Ini bukan sekadar tren, tapi sebuah kebutuhan untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan dan berdaya saing di tengah era ekonomidigital," ungkapnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menyampaikan, Bank Jakarta akan terus meningkatkan kolaborasi dengan Pasar Jaya serta mendorong digitalisasi pasar ke depannya. Dia juga menyebut, ajang ini menjadi momentum ke depan bagi Bank Jakarta untuk mendorong digitalisasi pasar-pasar di seluruh Jakarta.

"Kami meyakini digitalisasi pasar akan berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tandasnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal