LampuHijau.co.id - Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) menyampaikan aspirasi kepada Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, (12/11/2019).
Perwakilan serikat pekerja semen yang tergabung di FSP ISI, sebelumnya pada 4 Oktober 2019, melayangkan surat ke Komisi VI DPR RI untuk menindaklanjuti hasil kegiatan Rakernas 2019. Hasil Rakernas 2019 mengenai terpuruknya industri semen nasional dikarenakan impor semen dan clinker, praduga adanya praktek Predatory Pricing dan mendesak moratorium pembangunan pabrik semen baru.
Baca juga : Kunker ke Jakarta, DPRD Jambi Puas Penjelasan Pras Tentang Anggaran
Desakan moratorium pabrik semen baru, salah satunya disebabkan industri semen nasional mengalami over suplai, sehingga dikhawatirkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal untuk pekerja semen nasional. Mereka ditemui anggota Komisi VI DPR RI. Rapat dipimpin Mohamad Hekal dari Partai Gerindra.
Ketua Umum FSP ISI Kiki Walansyah mengatakan, FSP ISI mendorong Komisi VI DPR RI mencabut Permendag nomor 7 tahun 2018 tentang impor semen dan clinker. "Keberadaan permen tersebut dinilai menjatuhkan harga semen dalam negeri hingga berdampak pada pengurangan 500 pegawai pabrik semen nasional atau PHK massal," kata Kiki dalam rilisnya.
Baca juga : Merokok Saat Berkendara, Ratusan Pemotor Ditindak Polisi
Kemudian, FSP ISI juga mendorong moratorium pabrik semen baru karena semen nasional mengalami over suplai hingga 40 juta ton. Selain itu, lanjutnya, mendorong Komisi VI DPR RI menindaklanjuti ke KPPU tentang Praktek Predatory Pricing yang sudah diajukan FSP ISI.
Mohamad Hekal dari Partai Gerinda, selaku pimpinan rapat Komisi VI DPR RI akan menindaklanjuti aspirasi FSP ISI ke Menteri Perdagangan dan KPPU. "Kami minta detail atau data laporan yang akurat oleh FSP ISI sebagai bahan kajian untuk untuk memenangkan usulan-usulan tersebut dengan tujuan menyelamatkan industri semen nasional," tegasnya.
Baca juga : Gading Pamer Kemesraan dengan Wanita Lain
Andre Rosiade dari Partai Gerindra menambahkan, dewan siap membantu untuk menyelamatkan industri semen nasional dan secepatnya melakukan rapat kerja dengan Menteri Perdagangan. Kemudian, katanya, menyampaikan hasil audiensi dengan FSP ISI, serta mengundang kembali pelaku usaha industri semen nasional atau pabrik semen baru, serta serikat pekerja tergabung di FSP ISI. (MGN)