Sandi: Revolusi Industri 4.0 Ubah Industrialisasi Menjadi Digitalisasi

Selasa, 12 Nopember 2019, 20:18 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Perkembangan teknologi di era revolusi 4.0 sudah saatnya diterapkan oleh pelaku usaha industri. Sehingga revolusi industrialisasi yang ada, akan berubah menjadi digitalisasi.

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno yang juga Wakil Ketua Pembina DPP Partai Gerindra mengatakan, perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 sudah seharusnya diterapkan di Indonesia. Sebab, berbagai teknologi yang menjadi tanda dimulainya revolusi 4.0, sudah mulai diterapkan di berbagai lini. Salah satu yang dimaksud Sandiaga adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Perkembangan dari industrialisasi menjadi digitalisasi yang sedang berubah. Robot, mungkin 3-4 tahun ke depan akan membantu atau justru akan mengubah kita," kata Sandiaga dalam acara Never Give Up 4.0, yang digelar di UnionSPACE Satrio Tower, Lv.16, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Sandiaga mengatakan, akan ada banyak beberapa pekerjaan yang bisa dihasilkan di dalam industri 4.0. Namun juga, ada pekerjaan yang dihancurkan atau ditiadakan ketika memasuki era industri 4.0.

Baca juga : Perluasan Zonasi Industri Kelurahan Kamal dan Tegal Alur, Siapa Yang Diuntungkan?

"Industri 4.0, akan sangat berpotensi menambah jumlah kerja tetapi juga akan menghilangkan kerja, harus ada positivisme di situ. Saya sangat optimis dengan kondisi tersebut, tetapi juga kita harus berhati-hati," katanya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, beberapa sektor lapangan pekerjaan baru ke depan mungkin bisa dirasakan yakni kontruksi, manufaktur, dan juga retail. Namun, ada juga, beberapa yang dikhawatirkan berpotensi mengurangi pekerjaan.

"Ke depan, apa saja yang akan dibutuhkan di sektor dan pasar tenaga kerja apa saja, yang ditambah kerjanya atau jumlahnya, yang less job adalah transportasi yang perlu diwaspadai untuk kehilangan pekerjaan," jelas dia.

Sandiaga menyebutkan bahwa pemerintah harus cepat beradaptasi dengan hadirnya industri 4.0, dengan mengeluarkan regulasi yang memudahkan. "Kuncinya pemerintah harus cepat beradaptasi, bagaimana menghadirkan regulasi-regulasi yang memudahkan industri 4.0 ini untuk bisa bergerak, berkreasi, berinovasi," ujar dia.

Baca juga : Kuasa Hukum Ahli Waris Minta Terdakwa Pencaplokan Lahan Dihukum Berat

Menurutnya, regulasi yang memudahkan yaitu yang dapat memberikan insentif peluang agar usaha di era saat ini bisa berkembang. Selain itu, kemudahan dalam berusaha atau easy of doing bussiness juga harus mampu dihadirkan pemerintah agar peluang di industri 4.0 bisa tercapai.

"Ini harus mampu dihadirkan agar peluang 4.0 bisa dikelola untuk memperkuat ekonomi kita," kata dia.

"Sehingga pemerintah pun tidak bisa hanya menunggu bola, tapi harus menjemput bola melalui regulasi-regulasi kekinian dan mampu menghadirkan peluang bagi pelaku usaha atau masyarakat," tambahnya.

Mantan calon wakil presiden ini menyebutkan, inovasi Revolusi 4.0 seperti yang dilakukan para startup atau pengusaha muda di UnionSPACE, yakni penyedia ruang kerja seperti ruang kantor, coworking space dan ruang meeting yang telah memiliki network di Thailand, Manila, dan Kuala Lumpur. Pasalnya, sejak didirikan pada tahun 2016, UnionSPACE telah memberikan ruang kerja kepada lebih dari 6.000 entrepreneur Indonesia dan Asia Tenggara, untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya.

Baca juga : IKHAPI dan HKHPI Gelar Diskusi tentang Aspek Pajak Atas Minyak dan Gas Bumi

"Saya cukup optimistis kalau kita bisa berubah sehingga rankingnya 40 besar dunia. Kita bisa tangkap peluang lain lagi, dan kuncinya never give up dan buat pemerintahan juga harus jemput bola," kata dia. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal