Terdakwa Pencaplokan Lahan Membela Diri

Jumat, 8 Nopember 2019, 19:00 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Terdakwa kasus pemalsuan surat dan pencaplokan laha, Rawi Sangker, membacakan surat nota pembelaanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Jumat (8/11/2019) sore. Dalam pembelaan itu, Rawi mengaku bahwa dirinya tidak bersalah karena tidak tahu apa yang selama ini didakwakan.

"Saya tidak tahu surat palsu yang dituduhkan. Saya merasa tidak bersalah. Dan saya mohon dibebeskan," ujar Rawi dalam pembelaannya.

Pembelaan juga disampaikan pengacara terdakwa, Subandi. Kata dia, berdasarkan keterangan saksi-saksi, Rawi sudah seharusnya dibebaskan dari segala tuntunan perkara pidana. "Seharusnya diputus lepas dari segala tuntutan perkaranya," katanya.

Berita Terkait : Tolak Pembelaan Terdakwa Pencaplokan Lahan, JPU: Kasusnya Pidana Bukan Perdata

Rawi Sangker merupakan mantan Dirut Taruma Indah, yang menjadi terdakwa pencaplokan lahan di Jalan Rawa Kepiting, Jatinegara, Jakarta Timur. Dia mencaplok lahan milik ahli waris bernama Mad Rais, serta pegawai BPN bernama Nurwahyudi, dan seorang lainya bernama Imam.

Dalam kasus ini, Rawi dikenakan pasal 266 ayat (1) KUHP, Subsidair Pasal 266 ayat (2) KUHP, Subsidair Pasal 263 ayat (1) KUHP, lebih-lebih Subsidair Pasal 263 ayat (2) KUHP.

Salah satu ahli waris, Mad Rais, mengaku tidak puas dengan tuntutan yang dibacakan. Dia meminta Majelis Hakim memutus dengan adil mengingat terdakwa sudah mencaplok dan memalsukan surat milik orang lain.

Berita Terkait : Terdakwa Pencaplokan Lahan Dituntut 2 Tahun Penjara

"Tuntutannya sangat murahan. Kami minta diputus 5 tahun penjara dan tanahnya dikembalikan kepada ahli waris. Pokoknya kami tidak puas," katanya dalam sidang putusan sebelumnya.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum terdakwa, Subandi mengatakan bahwa pihaknya masih akan mempertimbangkan tuntutan yang dibacakan JPU. Dia juga mengaku sedang mempersiapkan langkah lanjutan yang mungkin bisa dipertimbangkan.

"Prinsipnya ada dua. Pertama, di dalam dakwaan dikatakan bahwa itu terjadi tanggal 8 April 2016. Sementara dalam kenyataannya berdasarkan penjelasan saksi itu 2017. Yang jelas kami sedang mempersiapkan langkah selanjutnya," tukasnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal