Jalankan Amanat Pergub 7/2022, PAM Jaya akan Pasang 7.000 Km Pipa hingga Tahun 2029

Sabtu, 26 Juli 2025, 14:22 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya) menargetkan pemasangan 7.000 kilometer pipa air hingga tahun 2029. Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan mengatakan jika target pemasangan pipa sepanjang 7.000 kilometer merupakan amanah dari keputusan gubernur nomor 7 tahun 2022. Peraturan ini membahas tentang penugasan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM Jaya) untuk melakukan percepatan peningkatan cakupan layanan air minum di Provinsi DKI Jakarta melalui Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Peraturan ini ditetapkan untuk meningkatkan cakupan layanan air minum di Jakarta yang belum mencapai 100%, dengan target cakupan layanan 100% pada tahun 2030. Namun gubernur Pramono Anung meminta percepatan sehingga target tersebut bukan berakhir di tahun 2030, melainkan di tahun 2029.

"Penambahan pipa baru sepanjang 7.000 kilometer merupakan salah satu dari beberapa upaya untuk memenuhi target tersebut," ucap Syahrul dalam diskusi yang digelar media online porosjakarta.com di salah satu hotel di kawasan Jakarta Barat, Jumat (25/7/2025).

Baca juga : Cakupan Air Bersih Naik, PAM Jaya Tunjukkan Performa Positif

Lebih lanjut Syahrul mengatakan jika penggunaan air baku 100 persen tidak hanya soal perpipaan, tapi juga mengenai infrastruktur lainnya seperti suplai air dan fasilitas penunjang. Dalam perjalanan PAM juga kerap menemui kendala di lapangan mulai dari non revenue water (NRW) hingga gaya hidup masyarakat khususnya dalam penggunaan air bersih.

"Sudah menjadi ukuran suatu negara modern dari airnya. Sebab air merupakan kebutuhan vital. Dan kami dari PAM Jaya berupaya agar di tahun 2029 seluruh masyarakat Jakarta sudah bisa terlayani," tuturnya.

Lebih lanjut Syahrul mengatakan keberadaan PAM Jaya saat ini juga tidak sekedar money oriented. Sebab mengacu pada Pergub nomor 7 tahun 2022 adalah seluruh masyarakat Jakarta. Dengan demikian pemasangan pipa juga dilakukan ke seluruh wilayah. Syahrul menceritakan pengalamannya bertemu pelanggan baru di kawasan Kamal Muara, Cengkareng, Jakarta Barat. Dimana sebelum kawasan tersebut teraliri oleh PAM Jaya, warganya harus mengeluarkan uang sebesar Rp30.000 samapi 50.000 setiap hari hanya untuk pemenuhan kebutuhan air. Setelah PAM masuk, warga sangat berterima kasih. Karena jika sebelumnya bisa 50.000 untuk satu hari, sekarang setelah PAM Jaya masuk Rp50.000 bisa untuk satu bulan.

Baca juga : Tingkatkan Keamanan Pelanggan, PT KAI Daop 3 Cirebon Pasang CCTV di Stasiun

"Selain meringankan beban warga, dengan teraliri air PAM, NJOP di kawasan tersebut juga otomatis naik," ucapnya.

Sementara itu Efriza, peneliti senior dari Citra Institue menilai upaya pemenuhan layanan 100 persen oleh PAM Jaya merupakan amanat dari Pergub, namun yang harus diperhatikan oleh PAM Jaya adalah bagaimana upaya untuk memenuhi target tersebut bisa dilakukan secara smooth. Sebab jika tidak maka kota Jakarta akan crowded.

Seperti diketahui, Jakarta merupakan kota yang terus hidup dan berkembang. Pergerakan masyarakat juga terus terjadi, utamanya saat Hari kerja, dengan adanya target pemasangan pipa sepanjang 7.000 kilometer dampak utamanya pasti kemacetan.

Baca juga : Pemasangan Meteran PAM Jaya di Penjaringan Dianggap Tabrak Aturan

"Hal ini yang harus menjadi perhatian PAM Jaya agar mobilitas masyarakat tidak terganggu namun upaya pemenuhan target 100 persen layanan juga bisa terpenuhi," ucap peneliti lulusan IISIP Jakarta ini.(wong)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal