LampuHijau.co.id - Sejak diluncurkan dua tahun lalu, program Jak Lingko untuk mengakomodir masyarakat beralih ke angkutan umum dinilai belum optimal.
"Jak Lingko sudah bagus, tapi belum optimal. Karena, pihak PT Trans Jakarta membatasi jumlah armada yang turun. Padahal, Gubernur Anies sudah menyampaikan akan membanjiri Jakarta dengan Jak Lingko," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).
Baca juga : Pakar: Calon Jaksa Agung Harus Non Partisan
Adi mengungkapkan, banyak armada Jak Lingko yang beroperasi layaknya angkutan umum konvensional yaitu dengan menunggu jumlah penumpang memadati angkutan hingga penuh. Cara tersebut tentunya tidak sesuai dengan program yang direncanakan Gubernur Anies Baswedan.
Karenanya, Adi mendorong PT Transjakarta dapat mengoptimalkan kehadiran Jak Lingko, salah satunya dengan menambah armada di ruas ganjil-genap. Penambahan armada tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk mencoba kendaraan umum karena masyarakat mengetahui adanya layanan yang tidak terbatas untuk akomodasi kendaraan.
Baca juga : Kembangkan Wisata, Ancol Jalin Kerja Sama dengan Jakarta Tourism Forum
Hal tersebut dapat menggenjot penggunaan angkutan umum Jak Lingko yang termasuk ke dalam transportasi yang kebal terhadap aturan perluasan ganjil- genap imbas munculnya Ingub 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Polusi Udara.
Jak Lingko merupakan satu sistem transportasi di DKI Jakarta yang dimana angkutan bus kecil terintegritas dengan bus sedang (non BRT Trans Jakarta), bus besar (BRT TransJakarta) dan angkutan yang berbasis rel seperti MRT dan LRT. Terdapat empat kriteria pemilihan beroperasinya Jak Lingko yakni di area yang belum tercover layanan angkutan umum, kawasan atau permukiman padat penduduk, rute diutamakan melintasi fasilitas sosial dan fasilitas umum serata terhubung dengan feeder dan koridor TransJakarta.
Baca juga : BAZNAS Dinilai Berhasil Soal Pengelolaan Zakat, Nigeria Belajar ke Indonesia
Dari ke-4 kriteria tersebut, rupanya PT TransJakarta menargetkan sasaran utama pengguna Jak Lingko justru dari kalangan anak sekolah, baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). (ULI)