LampuHijau.co.id - Di tengah derasnya arus digitalisasi, suara masyarakat yang mencari keadilan makin nyaring terdengar. Terutama saat mereka dihadapkan pada bukti digital yang sulit diakses, mahal, atau diproses terlalu lama. Menjawab kegelisahan ini, kehadiran layanan digital forensik swasta non-Polri dinilai makin mendesak dan krusial.
Advokat, penulis, dan pencipta lagu Muhammad Ari Pratomo menyoroti langsung realita tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat terpaksa mengubur harapan mendapatkan keadilan hanya karena terbentur biaya tinggi, proses lambat, dan minimnya jaminan privasi.
“Saat orang ingin membuktikan kebenaran, mereka malah dihadapkan pada sistem yang mahal, berbelit, dan penuh keraguan soal kerahasiaan data. Ini tidak adil, dan harus dibenahi,” ujarnya tegas dalam pernyataan tertulis, Jumat (19/7).
Ari menjelaskan bahwa perangkat seperti ponsel, laptop, dan akun cloud kini adalah sumber utama bukti hukum. Namun sayangnya, layanan forensik yang cepat, profesional, dan transparan masih belum bisa diakses secara luas oleh masyarakat umum. >
“Layanan digital forensik swasta seharusnya menjadi solusi nyata, bukan ladang bisnis semata. Harus ada etika, transparansi biaya, dan perlindungan total terhadap data klien,” tambahnya.
Melalui buku terbarunya yang berjudul “Digital Forensik Swasta: Apakah Memihak pada Pencari Keadilan?”, Ari membedah secara tajam tantangan dan urgensi reformasi di sektor ini. Buku tersebut menggugah pembaca untuk melihat bahwa isu digital forensik bukan lagi semata persoalan teknis—tetapi menyangkut hak asasi manusia.
“Setiap orang yang menyerahkan data digital untuk kepentingan hukum punya hak yang sama atas perlindungan dan pelayanan terbaik,” tegas Ari.
Ia juga mendorong terbentuknya kolaborasi strategis antara penyedia jasa digital forensik, advokat, dan masyarakat hukum. Tujuannya: membangun ekosistem yang adil, aman, dan terjangkau untuk semua.
“Jangan sampai ada kasus yang gagal diungkap hanya karena proses forensik terlalu mahal atau berbelit. Padahal, bukti digital itu bisa menyelamatkan hidup seseorang,” tutupnya. (Asp)