Anak-anak Gaza Masih Belum Bisa Lepas dari Malnutrisi

Anak-anak yatim di Gaza menikmati makanan bergizi dari Dapur Umum Indonesia kerja sama ACT dan Kitabisa. Pada periode akhir Oktober kemarin, makanan dibagikan pada 27-30 Oktober 2019. (Foto: ACT)
Selasa, 5 Nopember 2019, 19:58 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Peperangan tak hanya menghancurkan bangunan maupun infrastruktur suatu negara. Lebih dari itu, dampak lainnya adalah krisis kemanusiaan terutama anak-anak.

Seperti yang menimpa anak-anak di Gaza, Pelestina. Mereke rentan mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi. Blokade yang dilakukan oleh zionis Israel, membuat kebutuhan pokok menjadi langka dan sulit terjangkau. Akibatnya, hal itu membuat pertumbuhan mereka terhambat.

Berita Terkait : Water Truck 2.0, Lebih dari Sekadar Mobil Tangki Air Biasa

Perang berkepanjangan dan kemiskinan melatarbelakangi banyak keluarga tak sanggup memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarganya. Selain itu, krisis pangan jadi ancaman perlahan bagi keluarga di Gaza, khususnya anak-anak.

Pada Selasa (29/10/2019) kemarin, Dapur Umun Indonesia-Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menyapa anak-anak di Gaza. Paket makanan bergizi siap santap dibagikan kepada anak-anak, guna memenuhi nutrisi mereka. Hal ini tak lepas dari kebaikan para dermawan, yang menitipkan sebagian rezekinya lewat ACT, demi membantu saudaranya di Palestina.

Berita Terkait : Alhamdulillah, Sumur Wakaf di Tasik Penuhi Kebutuhan Warga

Pendistribusian pangan yang berlangsung pada pekan keempat Oktober ini menyasar anak yatim, ibu tunggal, dan difabel. Pendistribusian makanan sarat gizi ini selama Kamis (27/10) sampai Sabtu (30/10), yang bekerja sama dengan Kitabisa. Kehadiran Dapur Umum Indonesia sebagai respons terhadap fakta buruknya ketahanan pangan bagi masyarakat Gaza.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response  (GHR)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjelaskan, makanan siap santap periode ini diperuntukkan bagi 2.500 penerima manfaat.

Berita Terkait : Sarapan Bergizi, Tambah Semangat Belajar Siswa di Gaza

“Mereka adalah masyarakat prasejahtera, keluarga yang anggota keluarganya dipenjara oleh militer Israel dan itu bisa jadi tulang punggung keluarga. Makanan siap santap juga dibagikan kepada anggota keluarga yang kehilangan anggotanya ketika aksi Great Return March, jemaah masjid, dan anak-anak yatim,” jelasnya, seperti dikutip news.act.id pada Senin (4/11/2019). (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal