LampuHijau.co.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan tajinya sebagai lokomotif digitalisasi nasional lewat gelaran Borneo Digital Summit 2025 yang digelar di Balikpapan.
Forum bergengsi ini jadi panggung strategis percepatan transformasi digital di wilayah Kalimantan, dengan fokus tajam pada implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di tingkat daerah. Mengusung tema “Lead the Change, Win the Future: Digital Victory in B2B”, acara ini dihadiri para pemangku kebijakan kunci dari Kemendagri, KemenPANRB, serta jajaran direksi TelkomGroup. Di antara yang hadir: Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Dr. Akmal Malik, Plt Deputi Transformasi Digital Pemerintah KemenPANRB Cahyono Tri Birowo, hingga Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.
Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam sambutannya, Dian menegaskan peran Telkom tak hanya sebagai penyedia layanan digital, tapi sebagai institusi strategis negara yang bertugas mengawal agenda transformasi digital secara nasional. “Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Dan tugas ini tak bisa kami emban sendiri. Kolaborasi adalah kuncinya,” tegas Dian, dalam keterangan rilisnya, Senin (7/7).
Baca juga : BPKD DKI dan Bank DKI Kolaborasi Luncurkan Transformasi Layanan Perbendaharaan Daerah
Ia memaparkan tiga pilar utama yang jadi mandat Telkom dalam pembangunan digital: infrastruktur, platform, dan layanan digital. Tanpa fondasi infrastruktur yang kuat, katanya, mimpi digitalisasi hanya akan jadi jargon semata.
Dorong Pemerintah Daerah Melek Digital
Para pembicara dari kementerian turut memperkuat urgensi digitalisasi daerah. Dirjen Otonomi Daerah Dr. Akmal Malik menggarisbawahi pentingnya penguatan pelayanan publik melalui teknologi. Sementara itu, Cahyono Tri Birowo dari KemenPANRB menyoroti integrasi SPBE sebagai fondasi pemerintahan yang efisien dan transparan.
Di sisi lain, Aris Kurniawan dari Komdigi memaparkan peta jalan akselerasi teknologi untuk pemda, dan Ir. Suprayitno dari Kemendagri bicara tentang pentingnya pembangunan daerah berbasis data dan inovasi teknologi.
Baca juga : Golkar Ingin Koalisi Menuju 2024 Solid, Pengamat: Pemerintahan akan Stabil
Diskusi Strategis untuk Aksi Nyata
Sebagai penutup, acara dilengkapi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah daerah, industri, dan praktisi teknologi. Forum ini bertujuan menyamakan visi dan merumuskan langkah konkret akselerasi digital, termasuk strategi optimalisasi anggaran, penguatan SDM digital, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
EVP Telkom Regional IV Kalimantan Rachmad Dwi Hartanto menyampaikan bahwa keberhasilan SPBE bergantung pada sinergi yang solid. “Digitalisasi bukan soal perangkat, tapi soal arah. Perlu roadmap yang jelas dan pendampingan menyeluruh agar pemerintah daerah tidak berjalan sendiri,” ujarnya.
Kalimantan Siap Tancap Gas
Lewat Borneo Digital Summit 2025, Telkom kembali menegaskan komitmennya sebagai katalisator utama transformasi digital nasional. Dengan sinergi antara penyedia solusi dan pelaksana kebijakan, digitalisasi layanan publik dan penguatan ekonomi daerah bukan hanya bisa, tapi harus diwujudkan sekarang juga. (Asp)