SMK Bakti Idhata Gandeng Telkom, Cetak Generasi Digital Siap Kerja

Kepala Sekolah Nurman, M.Pd
Rabu, 25 Juni 2025, 08:17 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Di tengah gempuran era digital dan tuntutan dunia kerja yang makin kompetitif, SMK Bakti Idhata di Jakarta Selatan menjawab tantangan zaman dengan langkah konkret: bertransformasi digital bersama Telkom Indonesia lewat ekosistem Indibiz Sekolah.

Didirikan sejak 2007, sekolah vokasi berbasis teknologi ini tak ingin tertinggal. Melalui kolaborasi strategis dengan Telkom, SMK Bakti Idhata kini memanfaatkan layanan internet cepat, platform edukasi digital Pijar, hingga infrastruktur kelas berbasis jaringan. Semua itu bukan sekadar fasilitas—tetapi bagian dari visi untuk mencetak lulusan yang bukan hanya paham teknologi, tapi juga siap pakai di dunia industri.

“Sebagai sekolah IT, kami dituntut untuk terus relevan. Dukungan Telkom—dari internet, laboratorium, hingga pelatihan—jadi fondasi penting bagi kami membentuk siswa yang tangguh di dunia kerja digital,” ujar Kepala Sekolah Nurman, M.Pd., yang telah mengabdi lebih dari dua dekade di dunia pendidikan, kepada media di Jakarta, Rabu (25/6).

Baca juga : Uji Coba Makan Gratis di Kota Tangerang, Anak Pada Doyan dan Nambah

SMK Bakti Idhata punya tiga jurusan unggulan: Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Ketiganya menjadikan sekolah ini pelopor pendidikan IT di kawasan Jakarta Selatan. Tak heran, prestasi demi prestasi terus dicatat, mulai dari juara LKS hingga penghargaan di bidang desain grafis dan olahraga.

Namun bagi Nurman, prestasi bukan semata soal piala. Ia menekankan pentingnya membentuk ekosistem pendidikan yang kolaboratif. “Kemitraan dengan Indibiz adalah contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Ini bukan sekadar CSR, tapi investasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Transformasi digital di sekolah ini bukan slogan kosong. Sistem absensi sudah digital, guru dibekali laptop, WiFi menjangkau semua area, dan bahkan pernah menggelar kompetisi Mobile Legends antar siswa—sebuah pendekatan kreatif untuk membangun minat di bidang teknologi.

Baca juga : 5.000 Pelajar di Kota Tangerang Deklarasi Anti Narkoba dan Tawuran

Lebih dari itu, program pelatihan guru di bidang IoT, cloud, dan kurikulum digital lewat platform Pijar juga jadi bukti bahwa Telkom tak sekadar jadi penyedia layanan, tapi mitra strategis pendidikan. “Di bawah Kurikulum Merdeka, guru tak bisa hanya mengandalkan buku teks. Kami butuh upgrade terus-menerus. Dan Telkom menjawab itu,” jelas Nurman.

Ia juga membantah anggapan bahwa SMK adalah “kelas dua” dalam pendidikan. Justru menurutnya, siswa SMK terbukti lebih siap menghadapi dunia nyata.

“Sekitar 60 persen lulusan kami bisa kuliah sambil bekerja. Itu bukti mereka mandiri sejak awal, dan industri seperti Telkom sangat berperan dalam proses itu. Melalui kolaborasi semacam ini, SMK Bakti Idhata tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi laboratorium masa depan untuk mencetak generasi unggul—yang tak cuma siap kerja, tapi juga siap berkarya di era digital," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal