LampuHijau.co.id - Di tengah derasnya arus teknologi dan dinamika hukum yang terus bergerak, Muhammad Ari Pratomo — lebih dikenal dengan nama MuhammadAriLaw — hadir sebagai sosok pengacara yang tak hanya piawai di ruang sidang. Tapi ia juga tajam dalam menulis dan menyentuh hati lewat kata.
Dalam usianya yang ke-42, Ari meluncurkan lima buku lintas genre yang mencerminkan keberaniannya menjembatani dunia hukum dengan pendekatan yang segar dan membumi. Dari panduan praktis hingga novel thriller, dari puisi kerinduan hingga advokasi bagi rakyat kecil, yang mana semua menyatu dalam semangat besar: menjadikan hukum mudah dipahami dan tidak lagi menakutkan.
*Lima Buku, Lima Nafas Edukasi dan Empati*
1. "Persiapan Pengacara untuk Menghadapi KUHP yang Baru" — Panduan komprehensif yang menjawab kegelisahan banyak praktisi hukum terhadap revisi besar-besaran KUHP.
Baca juga : BPIP Minta Polri Terus Menumbuhkan Sosok Personel yang Dicintai Rakyat
2. "AI untuk Pengacara" — Buku visioner yang mengupas bagaimana kecerdasan buatan bisa menjadi sekutu strategis bagi profesi hukum.
3. "Novel Thriller Hukum Terakhir" — Fiksi menegangkan yang mengangkat dilema keadilan dalam sistem hukum, dengan sentuhan sastra dan ketegangan dramatis.
4. "Sang Pengacara Rakyat" — Kisah nyata penuh perjuangan tentang pembelaan terhadap kaum tertindas, yang menggambarkan idealisme di tengah kerasnya praktik hukum.
5. "Sajak-Sajak Rindu untuk Anakku" — Kumpulan puisi yang menyentuh, mengisahkan cinta dan kerinduan seorang ayah pasca perceraian. Emosional, jujur, dan menenangkan.
Baca juga : BAZNAS Dukung Penegakan Hukum Penyelewengan Dana Zakat di Riau
"Masih banyak masyarakat yang merasa hukum itu rumit, jauh, bahkan menakutkan. Saya ingin mendekatkannya. Lewat buku-buku ini, saya ingin mengubah persepsi itu, bahwa hukum bisa dipahami dengan cara yang manusiawi," ujar Ari dalam wawancara eksklusif di kediamannya, Bogor (23/4/2025).
*Dari Layar ke Laman Buku*
Tidak hanya eksis sebagai pengacara, Ari juga dikenal sebagai musisi dan podcaster yang aktif berbagi edukasi hukum melalui media sosial.
Kini, buku-bukunya bisa diakses dalam bentuk ebook di platform internasional seperti Apple Books dan Book2Read. Ia juga tengah menanti proses peninjauan dari Google Books dan berupaya menghadirkan versi cetaknya ke toko-toko buku di Indonesia.
Baca juga : Sudah Sorotan Publik, Ilal: Demi Tegaknya Hukum, Santoso Harus Ditahan
Dengan rekam jejak yang solid dan dedikasi tanpa henti, Muhammad Ari Pratomo menunjukkan bahwa menjadi pengacara tak melulu soal ruang sidang. Lewat pena, mikrofon, dan nada, ia terus membuka jalan bagi masyarakat untuk memahami hukum tanpa perlu merasa takut atau asing. (Asp)