LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi resmi meluncurkan Program Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) di kelurahan. Ini bagian dari program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Kegiatan peluncuran ini ditandai dengan pelaksanaan apel launching yang dihadiri langsung Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan jajaran perangkat daerah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pelatihan kerja berbasis kompetensi yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan.
MTU dirancang sebagai solusi cepat dan fleksibel dalam menanggulangi masalah ketenagakerjaan, khususnya tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta, yang saat ini mencapai 6,21 persen. Artinya, terdapat 338 ribu orang pengangguran (Data BPS Provinsi DKI Jakarta, Agustus 2024).
"Program pelatihan MTU ini adalah upaya nyata kita dalam mengurangi angka pengangguran, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan menciptakan peluang kerja serta wirausaha baru di tengah masyarakat.
Baca juga : Atasi Pengangguran, Chico: Pemprov DKI Jakarta Rekrut 1.652 Petugas PPSU
Kita ingin pelatihan kerja tidak hanya tersentralisasi di balai pelatihan, tapi bisa hadir langsung di lingkungan tempat tinggal warga," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dimulai Sejak Februari 2025, pelatihan MTU ini telah dilaksanakan sejak bulan Februari sampai dengan April 2025 untuk angkatan 1. Pelatihan mencakup 28 kelurahan dengan 400 peserta yang terbagi dalam 10 program keterampilan.
Program keterampilan itu yakni Pelatihan Las, Tata Rias, Teknik Komputer, Tata Busana, Sepeda Motor, Operator Komputer, Teknik Pendingin, Tata Boga, Desain Grafis, dan Jaringan Komputer.
Melanjutkan keberhasilan ngkatan 1, pada hari ini, secara resmi dimulai pelatihan MTU angkatan ke-2 dengan jumlah peserta 260 orang. Pelatihan ini akan dilanjutkan dengan angkatan-angkatan selanjutnya secara bertahap.
Baca juga : Tutup Rangkaian Bulan K3, Sekda: Pemprov Dorong Inovasi Keselamatan Kerja
*Camat dan Lurah Diminta Lakukan Pemetaan*
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta juga memberikan arahan kepada seluruh camat dan lurah untuk aktif melakukan pemetaan warga di wilayahnya yang membutuhkan pelatihan kerja. Serta menyampaikan data tersebut kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis yang menangani, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, agar pelatihan bisa lebih tepat sasaran.
"Kami minta para camat dan lurah se-DKI Jakarta memetakan potensi dan kebutuhan keterampilan warga di wilayah masing-masing. Khususnya masyarakat usia produktif yang belum bekerja, pekerja rentan, serta warga yang memiliki minat untuk berwirausaha. Data ini penting agar pelatihan yang disusun benar-benar tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran," tegasnya.
Para alumni pelatihan MTU diharapkan dapat memiliki peluang kerja yang lebih luas. Mereka tidak hanya dapat membangun usaha mandiri, tetapi juga dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kemitraan atau MoU dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga : Coreng Wajah Pemprov DKI, Pengamat Desak Pramono Sanksi Satpol PP
Melalui pendekatan pelatihan langsung di wilayah Kelurahan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk membangun SDM Jakarta yang terampil, produktif, dan berdaya saing tinggi. (ULI)