Dinilai Tak Fair, Panitia Pemilihan Ketua PWI DKI Dilakukan Pusat Saja

Kamis, 4 April 2019, 11:03 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dinilai tidak fair, pembentukan panitia pemilihan Ketua PWI Jaya periode 2019-2024 sebaiknya diulang atau diambil-alih pengurus PWI Pusat. Pasalnya, saat ini muncul penolakan penetapan panitia pemilihan dan tata terbit (tatib). Alasannya sederhana, penetapan panitia itu tidak menggambarkan netralitas.

Hal itu di sampaikan Uli Silitonga (Reporter Harian Lampu Hijau) selaku Tim Sukses Calon Ketua PWI DKI Jakarta, Toto Irianto alias Toir (Pemred Harian Poskota) melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/4). Uli menyayangkan pembentukan panitia pemilihan yang tak menggambarkan nuansa demokratis, yang selalu menjadi pekerjaan wartawan dalam memberikan informasi ke publik.

Baca juga : Warga Marunda Kreasi Limbah Jadi Suvenir Ondel-ondel

"Padahal, kita sebagai wartawan selalu menulis bagaimana berdemokrasi yang baik. Namun kenyataannya, dalam mau mengurus organisasi kita pun ternyata kita tak bisa berdemokrasi yang benar. Ini yang kami luruskan," papar Uli.

Ditegaskan Uli, pihaknya tidak mengakui susunan panitia pemilihan yang dibentuk calon tertentu tanpa sepengetahuan mereka selalu Timses Toir. Termasuk tata tertib pemilihan yang dinilai tidak fair. Ia berpendapat, untuk menjaga netralitas, sebaiknya persoalan penetapan panitia pemilihan dan penyusunan tatib diserahkan kepada PWI Pusat.

Baca juga : Sesuai Budaya Organisasi, Buruh FSP LEM SPSI DKI Dukung Pemilu Damai

Di sisi lain, Uli mengatakan, Toir memiliki komitmen kuat untuk memimpin PWI DKI Jakarta periode 2019-2024. Menurutnya, ke depan Toir bakal menjadikan PWI DKI Jakarta sebagai  rumah bersama bagi semua wartawan Ibu Kota.

"Dan misi utama Toir dalam mengurus organisasi profesi ini sebagai hope (harapan), bukan jadi job (pekerjaan). Ini penting agar PWI Jaya semakin maju di masa datang. Dan diminati para wartawan muda," imbuh Uli. (DIR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal