LampuHijau.co.id - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengutip sejumlah ayat Alquran dan hadist dalam eksepsi pribadinya. Dia juga berharap, nota keberatan atau eksepsinya dikabulkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
"Akhirnya saya dan tim penasihat hukum berharap, agar eksepsi dikabulkan," kata Hasto membacakan eksepsi pribadinya dalam sidang, Jumat 21 Maret 2025.
Hasto mengaku, ayat Alquran dan hadist itu ia dapat dari rekan sesama tahanan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teman satu rutan yang ia sebut sahabat bernama Afrian Djafar. Sahabatnya memberi nasihat kebijaksanaan yang bersumber dari Alquran dan hadist.
Baca juga : Hakim Sindir 17 Pengacara Hasto Gegara Minta Waktu Hingga 10 Hari buat Eksepsi
Ayat Quran itu yakni QS. Al-Ma'idah Ayat 8, yanh terjemahannya, "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa".
QS. Ghafir ayat 18 yang terjemahannya, "Orang-orang yang dzolim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya".
QS. Al Ma'idah ayat 51 yang terjemahannya, "Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzholim".
Baca juga : Lawan KPK, Hasto Kristiyanto Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
QS. Hud ayat 18, yang terjemahannya, "Ingatlah, laknat Allah ditimpakan atas orang-orang yang dzolim".
QS. Al-An’am Ayat 21, berikut terjemahannya, Sesungguhnya orang-orang yang dzolim itu tidak mendapat keberuntungan".
Kemudian, Hadits Riwayat Bukhori No. 1496, Muslim No.19: "Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terdzolimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah".
Baca juga : Kapolresta Cirebon Sambut Kunjungan Kapolda Jabar di Pos Terpadu GT Palimanan
Kutipan dalam hadits dari Anas R.A (Radiallahu Anhu), "Takutlah terhadap orang orang yang dizholimi, meskipun diucapkan oleh orang nonmuslim, karena sesungguhnya tidak ada hijab (penghalang) atas doanya dengan Tuhan".
Hasto juga mengutip Al-Kitab, Markus 13:11: yang disampaikan Romo Sindhunata. "Apabila mereka menggiringi dan menyerahkan kamu, janganlah khawatir akan apa yang kamu harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus".
"Demikian nota keberatan (eksepsi) ini kami sampaikan, dengan harapan agar keadilan dapat ditegakkan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan dikabulkannya oleh Yang Mulia majelis hakim, kami ucapkan terima kasih. Satyam Eva Jayate. Pada akhirnya kebenaran yang akan menang. Merdeka!!!" kata Hasto menutup eksepsinya, yang disambut pekik merdeka para pendukungnya. (Abn)