LampuHijau.co.id - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama menyatakan kesiapannya dalam mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober mendatang. Haris menuturkan, jajarannya sangat menghargai demokrasi yang telah dijalani oleh negara.
Pihaknya juga mengatakan, tidak ada yang bisa menghambat jalannya demokrasi di Indonesia. "Ini momen bahwa pelantikan presiden 20 Oktober tetap harus dilaksanakan. KNPI menjadi garda terdepan karena ini adalah proses demokrasi," ujar Haris dalam Rakernas di Hotel Mercure, Jumat (4/10/2019).
Baca juga : BPJS Kesehatan Galau Naikkan Iuran
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh organisasi kepemudaan agar duduk bersama dan saling suport agar mensukung jalannya pelantikan. "Kami ingin meyakinkan ke seluruh organisasi kepemudaan (OKP) bahwa proses demokrasi sedang berjalan dengan baik. Toh, antara dua kandidat sudah saling berpelukan," tambahnya.
Hal itu bukan tanpa sebab, Haris mengatakan, KNPI sebagai wadah kelemudaan yang sudah otomatis harus bisa merangkul kawan pemuda seluruh Indonesia. "Karena KNPI adalah bagian dari wadah pemuda se Indonesia, maka ada kewajiban DPP KNPI untuk bagaimana kita sama-sama merangkul kawan pemuda," jelasnya.
Baca juga : Pemprov DKI Beri Serifikat Kepada Penyembelih Hewan Kurban
Sementara, Sekjen KNPI Jackson Kumaat mengatakan, organisasi kepemudaan jangan pernah mencederai proses demokrasi. "Kita akan kawal dengan cara mengajak merangkul organisasi kepemudaan, jangan pernah mencederai proses demokrasi. Pelantikan harus dikawal dan kami stakeholder akan mengawal," imbuhnya. (drs)