HUT ke-17 Partai Gerindra, dr. Dian: Kesira Jakarta Gelar Pelatihan Gawat Darurat untuk Driver Ojek Online

Sambut HUT Gerindra ke-17, Kesira gelar pelatihan kegawatdaruratan kepada para pengemudi ojek online.
Sabtu, 1 Februari 2025, 13:03 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Dalam beberapa tahun terakhir, layanan ojek online telah menjadi bagian integral dari mobilitas masyarakat urban dengan memberikan kemudahan akses transportasi yang cepat dan efisien.

Namun peran ojek online kini semakin berkembang. Tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam penanganan gawat darurat di jalan raya.

Di tengah padatnya lalu lintas dan keterbatasan akses menuju rumah sakit atau pusat medis, ojek online sebagai salah satu moda transportasi yang fleksibel dan dapat menghindari kemacetan.

Baca juga : Kolaborasi Kadin DKI Jakarta dan PT Delta, Gelar Pelatihan P3K bagi Anggota Luar Biasa

Pengemudi ojek online yang terlatih dalam situasi darurat dapat memberikan pertolongan pertama seperti menghentikan pendarahan, memfasilitasi pernapasan, dan memastikan korban tetap dalam kondisi stabil sebelum sampai ke fasilitas medis.

"Belum ada perusahaan layanan ojek online yang memperhatikan terkait pelatihan dasar penanganan medis kepada mitra pengemudi mereka. Padahal hal ini menjadi nilai lebih provider untuk mempromosikan keunggulan layanan. Bahwa selain memberikan jasa transporasi, para pengemudi ojek online juga lebih siap dalam menangani situasi darurat di jalan raya terkait penanganan awal gawat darurat," kata Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) dr. Dian Pratama, Sabtu (1/2/2025).

Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, berdasarkan data yang ada, peran ojek online dalam penanganan gawat darurat terbukti efektif dalam mengurangi waktu respons dan meningkatkan tingkat keselamatan korban kecelakaan.

Baca juga : Kawal Suara Jimat-Aku, Gerindra Dapil V Subang Gelar Pelatihan Koordinator TPS

Ini menandakan bahwa ojek online bukan hanya sekadar moda transportasi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mendukung sistem layanan darurat di Indonesia.

"Di samping perlu penanganan awal yang tepat oleh para penggemudi ojek online, tentu yang tidak kalah pentingnya adalah penanganan pada fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit atau klinik.

Hal ini tentu memberikan ruang kepada petugas kesehatan dan petugas medis untuk terjadi konflik atas kecelakaan yang terjadi, bilamana dari awal tidak diantisipasi dapat mengakibatkan terjadinya sengketa medis. Oleh karena itu, sebuah kewajiban tenaga kesehatan dan tenaga medis harus dapat mengerti seperti apa pelanggaran etika, disiplin, dan hukum guna menghindari konflik yang mungkin muncul terjadi," ujar anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Baca juga : HUT ke-20, BWJP Gelar Pelatihan Jurnalistik di Ponpes Pabelan Magelang

Untuk itu, dalam rangka ulang tahun Partai Gerindra ke-17, Badan Kesehatan Indoneisa Raya (KESIRA) bekerja sama dengan lembaga Penanggulangan Bencana Daerah (PK3D), Dinas Kesehatan Daerah Khusus Jakarta berinisiatif mengadakan pelatihan khusus dalam pertolongan pertama.

Selain itu, memberikan panduan bagi pengemudi ojek online. Terutama dalam menghadapi berbagai kondisi gawat darurat di jalan raya dan diskusi hukum dalam pelayanan kesehatan.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 01-02 Februari 2025 di Ruko Rawasari Mas Blok B12 Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pelatihan ini tanpa dipungut biaya alias gratis. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal