LampuHijau.co.id - Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia, Kombes Dedy Tabrani menegaskan, kepolisian tidak anti kritik tetapi akan menjadikan saran dan masukan dari masyarakat sebagai pijakan dalam mendefinisikan tantangan dan kendala ke depan.
Penegasan Dedy Tabrani ini ia sampaikan dalam sambutannya di dalam website seminar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian di Jakarta, Kamis 30 Januari 2025.
Ia berharap seminar ini menjadi ruang bersama untuk mengawal kepolisian dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka.
Baca juga : Ada Arus Perubahan Kepemimpinan, Mahfuz Sidik: Kehadiran Pemimpin Muda di 2024
"Karena itu forum diskusi semacam ini akan terus diselenggarakan oleh perkumpulan doktor ilmu kepolisian Indonesia sebagai ruang publik untuk saling bertukar pikiran antara polisi dan masyarakat," jelasnya.
Pembicara seminar Anton Ali Abbas dari Universitas Paramadina mengatakan, teknologi ikut serta mengakselerasi perkembangan kejahatan bersifat transnasional seperti judi online dan Narkoba
Ali Asgor, selaku pembicara dari Universitas Bhayangkara Jakarta mengatakan, kepolisian tidak akan lepas dari penilaian negatif dari masyarakat.
Baca juga : Kombes HK : Jadilah Polisi Baik dan Bisa Menembak Hati Masyarakat
Menurutnya, artikulasi ketidakpercayaan publik kepada kepolisian sangat beragam, kompleks, dan multidimensi sehingga tidak bisa digeneralisir secara keseluruhan.
Ia menyarankan kepolisian agar tetap fokus kepada tugas dan fungsinya, bukan membangun citra positif di luar konteks kewenangan mereka.
Gufron Mabruri, selaku pembicara dari Komisi Kepolisian Nasional menekankan tentan pentingnya tindakan yang responsif kepada keluhan atau pelaporan masyarakat.
Baca juga : Kapolri Serukan Polri Siap Jadi Organisasi Modern tidak Anti Kritik
Namun demikian, persoalan dukungan anggaran juga menjadi kendala dalam menyelesaikan perkara yang dilaporkan oleh masyarakat. (WAH)