LampuHijau.co.id - Jakarta kembali dilanda banjir parah akibat diguyur hujan sejak Selasa (28/1/2025) siang. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat, banjir melanda di 54 RT dan 23 ruas jalan pada Rabu (29/1/2025) dini hari. Pada Kamis (30/1/2025) pukul 06.00 WIB, 36 RT dan empat ruas jalan masih terendam banjir.
Ketua Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto mengatakan, seharusnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum tidak hanya menunggu perintah. “Sebagai pejabat yang bertanggung jawab, dia seharusnya bisa memprediksi potensi banjir dan mengambil langkah-langkah preventif jauh sebelum bencana ini terjadi. Sayangnya, dia telah merusak citra Pj Gubernur Teguh Setyabudi di akhir masa jabatannya,” kata SGY, sapaan Sugiyanto, Kamis (30/1/2025).
Baca juga : Kejati Tahan Kadisbud DKI Jakarta di Kasus Kegiatan Seni Fiktif Rp 150 M
Menurut SGY, dengan persiapan yang matang, seperti pengerukan lumpur, perbaikan pompa air, dan normalisasi sungai atau kali, banjir besar ini sebenarnya bisa dihindari. “Namun, dengan kegagalan dalam antisipasi, kini Pj Teguh Setyabudi tak punya pilihan lain selain mencopot jabatan Plt Kadis SDA Ika Agustin. Jika tidak, publik akan menilai bahwa kegagalan ini menjadi beban buruk bagi dirinya,” ujarnya.
Karena gagal mengantisipasi banjir, Jakarta harus menanggung dampak kelalaian yang terjadi. Pj Teguh, mengklaim bahwa penanganan banjir kali ini lebih baik dibandingkan dengan 2020, meski curah hujan yang turun lebih tinggi. Menurutnya, banjir di beberapa titik lebih cepat surut dibandingkan sebelumnya, salah satunya di wilayah Monas.
Baca juga : Atasi Banjir Rob, Legislator Jakarta Dorong Penggunaan Air Perpipaan
Namun, lanjut SGY, persoalannya bukan hanya soal banjir yang cepat surut, melainkan kerugian yang dialami oleh banyak warga akibat bencana ini. “Karena itu, perlu tindakan tegas dari Pj Teguh. Salah satu langkah konkret yang bisa diambil adalah segera mengganti Plt Kadis SDA Ika Agustin,” tandasnya. (DTR)