Kesbangpol DKI Harus Jadi Mata dan Telinga Anies

Senin, 30 September 2019, 19:29 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengatakan, dalam menghadapi dinamika Jakarta saat ini, perlu adanya peningkatan intelejen unit Kesbangpol DKI. Tujuannya, untuk membaca perkembangan pola hidup masyarakat. Contohnya, persoalan kendaraan roda dua yang sering melawan arah.

"Kedua, perlu adanya sikap aktif penguatan hubungan kemitraan. Ketiga, perlu dibangun secara arif dan bijak. Persoalan partisipasi dan koordinasi dengan pihak SKPD terkait tentang ketahanan budaya yang bekembang saat ini, menjawab dunia milenial," kata Victor kepada lampuhijau.co.id, Senin (30/9/2019).

Baca juga : Bakesbangpol DKI harus Mampu Berdayakan Masyarakat

Dikatakan, Kesbangpol DKI sebagai mata dan telinga pemprov DKI harus secara aktif menyikapi perkembangan atau dinamika yang terjadi di Jakarta. Ini penting, agar Gubernur DKI Anies Baswedan tidak salah dalam mengambil kebijakan.

Sebelumnya, budayawan Betawi Ridwan Saidi meminta Pemprov DKI Jakarta, agar mengganti nama Museum Fatahillah dan Masjid Fatahillah yang berada di kompleks Balaikota DKI Jakarta dengan nama lain. Pasalnya, Fatahillah atau Falatehan, menurut dia, bukanlah seorang pahlawan dan juga bukan warga negara Indonesia.

Baca juga : Kebanggaan Bagi Warga DKI, Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

"Pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, yang menyebutkan bahwa Falatehan atau Fatahillah adalah pahlawan, keliru! Dia bukan pahlawan. Dia Yahudi!" tegas Ridwan dalam diskusi bertajuk 'Diskusi Ketahanan Budaya' yang diselenggarakan Yayasan Kharisma Budaya Nusantara di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Ridwan menegaskan, Falatehan dalam bahasa Armenia berarti pembakar api, dan pada 1540, Falatehan atau Fatahillah membakar Pasar Pisang. "Saya bersedia berdebat secara ilmiah dengan sejarawan yang mana pun soal ini," tegas anggota DPR pada 1977-1987 itu.

Baca juga : Bhayangkara U-20 Curi Poin di Kandang The Young Tigers

Ridwan menegaskan, sejarah Indonesia memang ditulis dengan data yang tidak seluruhnya benar. Selain Falatehan atau Fatahillah, Ridwan menyebut kesalahan data juga terjadi pada asal usul nama Betawi dan tentang Panglima Cheng Hoo, yang disebut-sebut sebagai salah seorang penyebar agama Islam di Indonesia. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal