LampuHijau.co.id - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat menolak 23 Permohonan pembuatan paspor sepanjang tahun 2024. Penolakan ini dilakukan lantaran data intelijen bahwa 23 Permohonan paspor tersebut akan disalahgunakan. "Tentu penolakan sudah melalui prosedur yang ada, ini juga upaya antisipasi dari imigrasi terhadap warga negara Indonesia," ucap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Ronald Arman Abdullah.
Lebih lanjut Ronald mengatakan, selain menolak pihaknya juga telah menerbitkan 118.563 paspor sepanjang tahun 2024. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2023 tercatat sebanyak 109.473 paspor. “Penerbitan didominasi oleh elektronik sebanyak 79.453 paspor, paspor biasa sebanyak 29.790 paspor serta paspor polikarbonat sebanyak 9.320 paspor. Angka ini naik jika dibandingkan pada tahun 2023,” kata Ronald Arman dalam keterangan pers yang diterima awak media, Kamis (2/1/2025).
Baca juga : Melalui Masjid JakOne Abank, Bank DKI Permudah Pengurus Masjid Bertransaksi Perbankan
“Kami juga melaksanakan pelayanan paspor dengan cara jemput bola atau Eazy Paspor sebanyak 6 (kali) di tempat berbeda. Yakni di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI, Kantor LKBN Antara, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kementerian Luar Negeri, Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak,” ucap Ronald.
Pada 30 September lalu, kata Ronald, Kantor Imigrasi Jakarta Pusat membuka layanan percepatan paspor yakni Immigration Lounge di Senayan City. Layanan ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor dengan cepat dan efisien hanya dalam waktu satu jam.
Baca juga : Imigrasi Jakarta Pusat akan Tindak Para Pencari Suaka dan Pengungsi yang Berulah
“Selain pelayanan untuk warga negara Indonesia, kami juga memberikan pelayanan bagi Warga Negara Asing berupa perpanjangan izin tinggal keimigrasian, Selama tahun 2024. Tercatat sebanyak 7.795 dokumen izin tinggal keimigrasian,” kata Ronald.
Hal lain yang menjadi pencapaian kantor imigrasi Jakarta Pusat adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang meningkat 300 persen. Dimana target awal PNBP sebesar Rp28 Miliar, namun realisasi hingga Desember 2024 mencapai Rp114 Miliar.(wong)