Ketua Hasrat Rilis Lagu Sindir Hukuman Koruptor

Rabu, 1 Januari 2025, 15:01 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sebagai bentuk ekspresi dan keprihatinan terhadap lembeknya hukum kepada koruptor di Indonesia. Khususnya, kasus korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah terbukti menyebabkan negara rugi Rp 300 triliun. Namun pengusaha Harvey Moeis yang menjadi terdakwa hanya dihukum 6,5 tahun penjara. Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) Sugiyanto menulis lirik lagu.

“Harapan saya, lagu ini nantinya bisa segera dilengkapi dengan nada dan musik yang tepat, sehingga menjadi karya yang lebih kuat dalam menyuarakan keadilan,” kata SGY, sapaan Sugiyanto, Rabu (1/1/2025).

Berikut lirik lagu yang diberi judul "Enaknya Koruptor Hidup di Nusantara":

Baca juga : Ketua Komjak Beri Catatan Untuk Kejagung di Pemerintahan Baru

Enaknya, enaknya hidup di Nusantara, Korupsi besar hukumannya ringan saja. Enaknya, enaknya tinggal di negeri ini, Ratusan triliun lenyap, mereka tertawa sendiri. Enaknya, enaknya hidup di Indonesia, Koruptor-koruptor masih bisa bersandiwara. Enaknya, enaknya tinggal di negeri kaya, Mantan koruptor pun bisa jadi pembicara.

Ini negeri subur, tapi masih banyak rakyat mengeluh. Negeri kaya raya, tapi masih banyak rakyat hidup susah. Hasil bumi melimpah dari Sabang sampai Merauke, Tapi kesejahteraan rakyat hanya jadi mimpi. Negeri ini punya emas, timah, dan permata, Minyak, gas, tembaga, semuanya ada. Namun masih banyak rakyat menderita, hidup tak sejahtera, Kekayaan alam entah ke mana rimbanya.

(Reff) Coba lihat China, kata Zhu Rongji, Koruptor dihukum tanpa kompromi. “Siapkan 100 peti mati,” katanya, “99 untuk koruptor, satu untuk saya.” Sejak 1988, China bangkit jaya, Tapi Reformasi di sini, apa hasilnya? Reformasi katanya membawa perubahan, Nyatanya korupsi tetap merajalela di semua lapisan. Ini negeri milik siapa sebenarnya?

Baca juga : Ketua Hasrat Optimis Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Segelintir orang kuasai tanah dan harta. Ratusan hektar dan triliunan rupiah, Dari mana asalnya? Siapa yang bisa menjawabnya? Dulu tanah raja dan sultan diserahkan, Untuk negara, demi rakyat sejahtera. Tapi kini, rakyat hanya harus wajib bayar pajak, Pembangunan bergantung pajak dan utang negara. Seharusnya rakyat tak perlu membayar pajak, Jika kekayaan negeri diolah dengan bijak. Hasil bumi Nusantara melimpah luar biasa, Cukup untuk membuat rakyat bahagia.

(Outro) Enaknya, enaknya koruptor di Nusantara, Hidup nyaman di balik tirai harta. Namun suara rakyat takkan pernah padam, Untuk keadilan, kita akan bantu negara kejar koruptor meski harus ke Antartika, kita terus berjuang,

“Semoga karya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan dan memberantas korupsi yang merugikan bangsa. Sejatinya saya membuat dalam bentuk puisi, tetapi saya lebih ingin menjadi sebuah lagu. Saya menantikan tanggapan serta saran dari berbagai pihak untuk menyempurnakan lagu ini,” pungkas SGY. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal