LampuHijau.co.id - Berbagai tragedi dan peristiwa berdatangan silih berganti terjadi di Ibu Pertiwi. Hal ini bak ujian bagi anak-anak bangsa. Terbaru, kabut asap akibat karhutla di Pulau Sumatera dan Kalimantan membuat sengsara warga terdampak.
Selain itu, perang antarkelompok yang masih bergejolak di timur Indonesia tepatnya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Tak sekadar menghancurkan insfrastruktur, rumah-rumah warga, juga kendaraan, peristiwa ini juga memaksa ribuan orang harus mengungsi. Bahkan, kericuhan juga menyebabkan 32 orang tewas.
Baca juga : Khusus yang Terdampak Krisis, BAZNAS Siapkan Bantuan Kemanusiaan ke Papua
Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) lekas merespons berbagai peristiwa di atas. Kamis (27/9/2019) kemarin, sejumlah armada dan relawan tiba di Pekanbaru, Riau guna membantu meringankan beban warga terdampak kabut asap. ACT juga mendirikan sejumlah posko seperti di Jambi. Selain itu juga di wilayah Sampit, Kalimantan Tengah, serta di kantor ACT Kalimantan Barat di Pontianak.
Terkait tragedi kemanusiaan di Wamena, pihak ACT menyampaikan rasa prihatinnya. Dan ditegaskan Ketua Dewan Penasihat ACT Ahyudin, pihaknya lekas bergerak membantu saudara sebangsa yang tengah mengungsi dari krisis kemanusiaan tersebut. Dikatakannya, ACT bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tragdedi di Wamena.
Baca juga : CCTV Hikvision Bisa Melacak Wajah Manusia
"Semoga Allah Ta'ala meridai segala ikhtiar kita untuk membantu saudara sebangsa di Wamena, Papua. Aamiin Yaa Rabbal'alamin," ungkapnya seperti dikutip news.act.id pada Sabtu (28/9/2019) kemarin.
Ditambahkannya, saat ini tim relawan sudah tiba di lokasi. "Selanjutnya akan digerakkan pengiriman bantuan, baik logistik, kesehatan, dan lain-lain kepada para pengungsi. Mari, bantu mereka yang semakin sulit hidupnya akibat konflik kemanusiaan," ajaknya.
Baca juga : Bantuan Air Bersih ACT Basuh Kekeringan di Kabupaten Semarang
Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan menambahkan, tim relawan ACT sudah ada di lokasi saat ini, membantu para korban terdampak yang mayoritas mengungsi ke Jayapura. Lanjutnya, Minggu (29/9) esok, ia dan Presiden ACT Ibnu Khajar bersama tim bakal bertolak dari Jakarta ke Wamena. Selain melihat langsung kondisi riil di lapangan, juga berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dan sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian dengan saudara sebangsa, ACT mengajak para dermawan dan seluruh elemen bangsa untuk ambil peran dalam ikhtiar meringankan beban para pengungsi dan warga terdampak konflik di Wamena. Masyarakat Indonesia dapat menyalurkan kedermawanannya melalui rekening BNI Syariah 6600003314 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap. (YUD)