LampuHijau.co.id - Yayasan Mariana mengambil bagian dalam Indonesian Diaspora Network Australia dengan University of Western Australia. Dalam hal ini, Yayasan Mariana berperan perkembangan pembekalan sumber daya manusia untuk menjadi lebih unggul. Khususnya untuk menciptakan tenaga kerja di bidang kejurusan kesehatan, enjinering dan pendidikan.
Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam berbagai bidang. Sebagaimana dikatakan Nahot Parsadaan Napitupulu, selaku Ketua Yayasan Mariana, pihaknya selalu mengutamakan perkembangan SDM khususnya putra putri Indonesia menjadi lebih unggul dan memenuhi standar internasional.
“Kita lebih menekankan pada pembekalan Bahasa Inggris kepada masyarakat lokal. Contohnya yang pernah kita lakukan kepada masyarakat di daerah Samosir dan Danau Toba. Mereka kita bekali edukasi bahasa Inggris, sehingga dapat mendatangkan turis yang lebih banyak ke daerah tersebut.” kata Nahot di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).
Baca juga : Berangkatkan Obor Paskah, Yohana Puji Sikap Anies Bangun Toleransi
Nahot juga mengatakan, pemerintah Indonesia, dan Australia bekerjasama tidak hanya terbatas pada pembekalan materi, namun juga diiringi dengan penguasaan praktek bahasa Inggris serta kerja praktek di Australia.
“Intinya kita patut berbangga, bahwa Diaspora Indonesia memberikan perhatian khusus tentang hal ini. Kita patut apresiasi program pemerintah Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, staf ahli bidang sosial Kementerian Luar Negeri, Dewi Savitri Wahab mengatakan, pihaknya mengaprisiasi adanya Diaspora Indonesia.
Baca juga : DLH Temukan Saluran Pembuangan Limbah Industri di Kali Bekasi
“Banyak temen-temen diaspora yang melakukan kegiatan seoerti ini hanya saja berbeda. Misalnya beberapa teman-teman di eropa yang melakukan pelatihan di restoran yang ada di luar negeri sudah banyak dilakukan. Dan saat ini dilakukan di Indonesia merupakan sesuatu yang luar biasa,” ujar Dewi.
Menurut dia, kegiatan yang dilakukan oleh yayasan Mariana dalam keikutsertaannya meningkatkan sumber daya manuusia (SDM) Indonesia sejalan dengan program Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
“Kementerian Luar Negeri siftnya hanya mendukung dan memfasilitasi melalui konsulat jenderal yang ada di luar negeri. Dan ini merupakan kolaborasi antara Diaspora dengan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, ini diharapkan kita bisa mengolaborasidan menjadi contoh bagi Diaspora yang lain,” ucapnya. (***)