Pelajar Demo di Gedung DPR, SEMMI : Di Luar Kata Wajar!

Ilustrasi bentrok demonstran dengan polisi. (Foto: JPNN.com)
Kamis, 26 September 2019, 21:31 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) mengecam pihak manapun yang melakukan penghasutan terhadap siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), untuk ikut melakukan aktivitas demonstrasi ke gedung DPR/MPR pada Rabu 25 September 2019 siang kemarin.

"Siapapun yang menunggangi atau mengompori anak di bawah umur terlibat aktivitas politik, seperti unjuk rasa atau demonstrasi, itu hal yang tidak dibenarkan kemanusiaan," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Bintang Wahyu Saputra, saat dimintai keterangan oleh wartawan, di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Bintang mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan para pelajar hari ini di luar kata wajar, dan berbeda dengan aksi mahasiswa yang dilakukan di DPR dan beberapa wilayah Indonesia. "Kami sangat mengecam jika terdapat pihak yang dengan sengaja melakukan provokasi kepada anak dibawah umur. Dalam hal ini adik-adik pelajar, untuk ikut melakukan aksi seperti kami para mahasiswa. Hal ini tidak dibenarkan," kesalnya.

Baca juga : Jaga Soliditas Dewan, Gembong: Sabar Saja, Tunggu Surat DPP PDIP

Bintang menambahkan, pelajar yang rata-rata masih di bawah umur mempunyai jiwa yang sangat labil dan rentan. "Oleh karena itu, saya meminta siapapun yang memprovokasi dan menunggangi aksi para pelajar untuk menghentikan dengan segera atas nama kemanusiaan," tegasnya.

Mereka (para pelajar), lanjut Bintang, generasinya ke depan para mahasiswa bukan alat politik. "Kami mengecam jika memang terdapat pihak yang memanfaatkan keadaan, kami berikan mereka gelar penjahat kemanusiaan dan demokrasi," ujarnya.

Tak hanya meminta agar pelajar tidak ikut-ikutan aksi, Bintang dengan tegas mengatakan mahasiswa yang ikut aksi jangan terlibat dalam kegiatan parade tauhid pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019.

Baca juga : Lagi Operasi Cabut Pentil di Kawasan Senen Petugas Sudinhub Jakpus Dikeroyok Sekelompok Orang

"Saya mengimbau, agar teman-teman mahasiswa dan siswa yang ikut aksi penolakan sejumlah RUU untuk tidak hadir dalam acara parade Tauhid Indonesia 2019. Kalau nanti teman-teman dan adik-adik ikut acara tersebut, maka sudah barang tentu nanti akan ada sinyalemen dari masyarakat kalau aksi kalian telah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu," imbau dia.

Ia menambahkan, untuk seluruh mahasiswa sekarang baiknya menahan diri dahulu. Karena, ada parade tauhid yang patut dicurigai dan bergeraknya pelajar. "Jangan sampai gerakan murni ini di tunggangi pihak yang ingin memanfaatkan keadaan," ujarnya.

Bintang juga meminta kepada pihak kepolisian, untuk sangat berhati-hati dalam menangani aksi yang dilakukan pelajar yang rentan ditunggangi politik praktis atau pemanfaatan keadaan, dan meminta Polri untuk mengungkap dalang pergerakan pelajar ikut aksi demonstrasi.

Baca juga : Penempatan Camat Matraman di Kesbangpol Provinsi Disoal

"Adik-adik pelajar yang kami banggakan, terima kasih atas dukungan kalian terhadap kami para mahasiswa abang-abang kalian. Tapi, kami tidak berharap kalian ikut dalam arus perjuangan mengatakan kebenaran untuk kepentingan rakyat karena kalian masih terlalu muda, yang kami butuhkan hanyalah dukungan doa dari kalian. Belajarlah dengan baik, karena takdir menjadi mahasiswa tidak akan mungkir dari darah kalian, salam perjuangan," tutup Bintang. (drs)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal