LampuHijau.co.id - Kondisi darurat kabut asap di Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah sangat mengkhawatirkan. Bencana kemanusiaan akibat ulah manusia tak bertanggung jawab ini, membuat seluruh elemen berjibaku menghalaunya.
Tak terkecuali Aksi Cepat Tanggap (ACT), lembaga kemanusiaan yang sudah malang melintang selalu berikhtiar menanggulangi bencana dan krisis kemanusiaan. ACT pun menerjunkan sejumlah armada andalannya, guna meredam dampak kabut asap di Riau. Lembaga kemanusiaan ini menyiapkan Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan pangan berisi beras, gula, air mineral, termasuk kebutuhan sanitasi dan obat-obatan.
Baca juga : Dukung Festival Muharam, ACT Siagakan Sejumlah Armada Andalannya
Persiapan dilakukan di Humanity Distribution Center (HDC) Gunung Sindur, Jawa Barat, untuk diberangkatkan Senin (23/9) sore. Selain itu, 100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan guna membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan, juga menggelar layanan kesehatan.
Dikatakan Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan, dampak kabut asap di Riau tak hanya mengganggu kesehatan warga, lebih dari itu, juga melemahkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga : Terjungkal dari Sampan Saat Selfie, 2 Warga Bandung Tewas Tenggelam di Telaga Biru
"Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah. Alhasil, cukup banyak warga yang penghasilannya menurun dan berimbas pada sulitnya memenuhi kebutuhan pokok. Ini yang mau kita bantu, melalui pemenuhan kebutuhan pangan," terangnya seperti dalan rilis ACT, Minggu (22/9/2019).
Terkait bantuan logistik, lanjutnya, ratusan ton bantuan logistik yang dikirim nantinya akan didistribusikan secara bertahap ke jumlah wilayah terdampak. Seratus ton pertama akan didistribusikan ke enam desa di empat kabupaten/kota di Riau yang terkena dampak langsung. Misalnya saja ada Kabupaten Pelalawan (lokasi dekat titik api), Kota Pekanbaru (menyasar permukiman miskin terdampak asap), Kabupaten Kampar (dekat titik api), dan Kabupaten Siak," paparnya.
Baca juga : Penegakan Perda Penting untuk Tangani Urbanisasi
Terhitung, enam kali sudah ACT mengirimkan bantuan ke lokasi terdampak asap karhutla. Sebelumnya, bantuan yang didistribusikan berupa masker, logistik, serta para relawan untuk pemadaman api dan relawan medis.
Hingga Minggu (22/9), tim relawan ACT masih melakukan penanganan guna menanggulangi karhutlan dan dampak kabut asap. Selain menerjunkan regu untuk membantu memadamkan api, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan, edukasi menjaga kesehatan, serta pembagian masker dan oksigen. Dan hingga Minggu (22/9), ACT telah mendirikan lima posko penanganan kabut asap dan karhutla di enam provinsi atau 12 kabupaten/kota. (YUD)