LampuHijau.co.id - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Pusat menggelar sosialisasi program konservasi dan efisiensi energi melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada bangunan gedung. Kegiatan yang diikuti sebanyak 200 peserta dari unsur pengelola gedung ini dilaksanakan di Ruang Serba Guna Utama Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024).
Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma mengatakan, kegiatan sosialisasi ini bagian dari upaya pemerintah mendorong konservasi energi dengan memanfaatkan PLTS. Konservasi energi ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan Jakarta sebagai top 20 global city.
"Salah satu aspek yang dinilai global city ialah keberlanjutan dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Karena itu pemanfaatan PLTS ini sesuatu yang dibutuhkan," katanya.
Baca juga : PTPN IV Luncurkan Program Beasiswa yang Turut Hadirkan Peluang Kerja
Dilanjutkan Dhany, pemanfaatan PLTS sebagai konversi energi bila dimanfaatkan secara masif akan berdampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon. Dijelaskan Dhany, hal itu lantaran akan meminimalisir penggunaan listrik konvensional yang disediakan oleh PLN memanfaatkan pembangkit listrik berbasis energi fosil.
Menurut Dhany, Jakarta Pusat merupakan kawasan yang banyak terdapat gedung tinggi dan ideal dijadikan pilot project pemanfaatan PLTS atap gedung. Kemudian, beberapa sekolah di Jakarta Pusat menurutnya juga telah memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi listrik mereka.
"Kebijakan perizinan nantinya kita akan mendorong setiap gedung memiliki PLTS. Sejumlah UKPD juga telah kita sosialisasikan penerapan PLTS," tegasnya.
Baca juga : PMI Jakpus Maksimalkan Peran ASN untuk Penuhi Target Bulan Dana
Kepala Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Pusat, Noviar Dinariyanti mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sesuai dengan sejumlah regulasi Seperi UU No 30 tahun 2007 tentang energi, UU No 30 tahun 2009 tentang energi kelistrikan, Permen No 79 tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional dan Permen No 33 tahun 2023 tentang konservasi energi.
"Kami berharap sosialisasi ini bisa memberikan gambaran yang utuh tentang pemanfaatan PLTS ke para pengelola gedung," ujarnya.
Dijelaskan Noviar, sebanyak 200 peserta sosialisasi ini terdiri dari unsur pengelola gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit dan apartemen. Dalam sosialisasi ini, juga disampaikan materi terkait teknis pemasangan dan pemeliharaan PLTS.
Diharapkannya, sosialisasi akan menggugah para pengelola untuk beralih memanfaatkan PLTS atap gedung dan melakukan konservasi energi untuk mengurasi emisi karbon. Sebab, dari setiap kilowat listrik yang dihasilkan melalui energi fosil akan menghasilkan emisi hingga 7 kilogram Co2. "Kami berharap pemanfaatan PLTS atap gedung yang massif nantinya bisa mengefisiensikan energi," tandasnya.(wong)