20 Capim KPK yang Lolos Didominasi Polri dan Kejaksaan

Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK. (Foto: ist)
Jumat, 13 September 2024, 07:01 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) telah mengumumkan 20 nama calon pimpinan (capim) dan 20 calon Dewan Pengawas (cadewas) KPK yang lolos tahapan profil asesmen.

Komposisi capim KPK mayoritas diisi unsur Polri dan kejaksaan. Kemudian ada juga hakim dan politisi, dan sisanya dari internal KPK sendiri.

Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, tahapan seleksi profil asesmen digelar pada 28-29 Agustus 2024. Seleksi asesmen masing-masing diikuti 40 orang untuk capim dan cadewas.

Adapun capim KPK yang lolos dari unsur Polri, yaitu Inspektur Jenderal (Irjen) Didik Agung Widjanarko. Selain seorang polisi, ia juga berasal dari internal lembaga antirasuah sebagai Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK sejak 2022 lalu.

Kemudian, Irjen Djoko Poerwanto. Jenderal polisi bintang dua ini merupakan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah 14 Oktober 2023. Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 ini berpengalaman di bidang reserse.

Selain pernah menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat, dia juga pernah ditugaskan di KPK sebagai penyidik. Saat itu pangkat di pundaknya masih Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Lalu, Komisaris Jenderal Setyo Budiyanto yang menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian sejak 22 Maret 2024. Lulusan Akpol pada 1989 ini, sebelumnya sebagai perwira tinggi di Inspektorat Pengawasan Umum Polri.

Sementara Irjen (Purn) Sang Made Mahendra Jaya merupakan purnawirawan Polri yang kini menjadi Penjabat Gubernur Bali sejak 5 September 2023. Dia juga menjabat Staf Khusus Bidang Keamanan dan Hukum Menteri Dalam Negeri RI.

Adapun jabatan terakhir lulusan Akpol tahun 1989 ini di kepolisian sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sekolah Staf dan Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Berikutnya dari unsur jaksa, yakni Fitroh Rohcahyanto, yang saat ini sebagai jaksa fungsional di Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (JAM Pidsus Kejagung).

Baca juga : Capim KPK David Tobing: OTT Masih Diperlukan

Dia juga pernah bertugas di KPK selama 11 tahun. Jabatan terakhirnya di KPK sebagai Direktur Penuntutan KPK.

Lalu, Harli Siregar juga lolos untuk ke tahapan selanjutnya. Jabatannya saat ini di Korps Adhyaksa sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung.

Pria kelahiran 12 April 1970 ini meraih gelar sarjana dan doktornya di Universitas Sumatera Utara. Beberapa jabatan yang pernah ia emban di antaranya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kalimantan Timur, Wakajati Bangka Belitung, dan Kajati Papua Barat.

Sugeng Purnomo juga berasal dari unsur kejaksaan yang ikut lolos. Jabatannya sekarang yakni Pelaksana Tugas Deputi III Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Kemenkopolhukam).

Jabatannya di kejaksaan di antaranya pernah menjadi Kajati Papua dan Direktur Penuntutan JAM Pidsus Kejagung.

Selanjutnya dari internal KPK. Selain Irjen Didik Agung Widjanarko di atas, yang lolos tahapan ini ada Johanis Tanak.

Saat ini, Tanak yang mantan jaksa merupakan Wakil Ketua KPK periode 2019-2024. Karier terakhirnya Kejagung sebagai pejabat fungsional jaksa pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara pada 2021 lalu.

Di lembaga antirasuah, Tanak menggantikan Komisioner sebelumnya yang mengundurkan diri, Lili Pintauli Siregar. Dia menduduki posisinya saat ini setelah disetujui dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada September 2022.

Ketika menjabat Wakil Ketua KPK, Tanak pernah diperiksa hingga disidangkan oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Pasalnya, dia menjalin komunikasi dengan pejabat salah atau kementerian. Namun mayoritas anggota majelis hakim sidang etik Dewas KPK memutuskan Tanak tidak terbukti.

Karena bukti pesan singkat percakapan di ponsel Tanak telah dihapus. Ia juga menolak menyerahkan ponselnya kepada Dewas KPK.

Baca juga : Pj Bupati Subang Cabut SK Tim Koordinasi Relokasi Pedagang Pasar Pujasera

Orang dalam komisi antikorupsi lainnya yakni Pahala Nainggolan yang kini menjabat Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK sejak 2015 lalu.

Lulusan Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN) pada 1986 ini, sempat berkarier sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Bali hingga tahun 1989.

Kemudian, ada Wawan Wardiana yang menjabat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK. Jabatan lain di KPK yang pernah ia emban yakni Direktur Penelitian dan Pengembangan.

Adapun calon-calon lainnya yang lolos adalah Agus Joko Pramono. Dia adalah mantan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian ia dikukuhkan sebagai Profesor Ilmu Akuntansi sektor Publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada November 2023.

Lalu, Ahmad Alamsyah Saragih yang dikenal sebagai pengamat kebijakan publik. Dia pernah menjabat Ketua Komisi Informasi Pusat periode 2009-2013 dan sebagai Anggota Ombudsman periode 2016-2020.

I Nyoman Wara merupakan Auditor Utama Investigasi BPK. Pria asal Bali itu sudah mengemban jabatannya sejak 2016. Nyoman telah memulai kariernya sebagai seorang auditor sejak 1989, saat bekerja di salah satu badan usaha milik negara (BUMN).

Kemudian, Ibnu Basuki Widodo yang seorang hakim tinggi Pemilah Perkara Pidana Khusus Mahkamah Agung. Calon lainnya adalah Ida Budhiati, yang aktif di bidang kepemiluan dan mantan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Ada juga Johan Budi Sapto Pribowo, yang merupakan Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dirinya termasuk orang lama di KPK.

Mantan wartawan ini pernah menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Lalu sebagai Juru Bicara KPK sejak 206 hingga 2014.

Dalam proses pencalonannya sebagai capim KPK, Johan telah menyatakan mundur dari partainya dan sebagai anggota dewan.

Baca juga : Setelah PKB dan PAN, Merry Langoy Jalin Komunikasi Politik dengan Golkar

Lalu, ada Michael Rolandi Cesnanta Brata, yang diketahui sebagai Kepala Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah (BPKD) DKI Jakarta. Sementara Muhammad Yusuf hanya diketahui sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Berikutnya, Poengky Indarti yang merupakan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selama dua periode (2016-2020 dan 2020-2024).

Perempuan kelahiran Surabaya pada 18 Februari 1970 ini adalah satu-satunya perempuan dari 9 Anggota Kompolnas, yang bertugas sebagai pengawas fungsional Polri.

Dan terakhir, ada Yanuar Nugroho. Dia merupakan aktivis dan akademisi yang pernah menjabat Koordinator Tenaga Ahli Sekretariat Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals Kementerian Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sejak Januari 2022.

Para capim KPK yang lulus wajib mengikuti tahap berikutnya, yaitu tes wawancara dan kesehatan. Pelaksanaannya pada 17 dan 18 September 2024 mendatang. Sedangkan tes untuk cadewas dijadwalkan pada 19 dan 20 September 2024.

Ateh menambahkan, akan ada dua panelis yang akan mewawancarai Capim KPK dan Cadewas KPK secara bergantian.

"Pewawancara tamu, ya. Jadi, pewawancara tamu itu nanti ada dua. Masing-masing dua untuk yang calon pimpinan, sama calon Dewas," ucap Ateh dalam konferensi pers di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 11 September 2024. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal