Sidang Korupsi Timah Harvey Moeis, Nama Dirtipid Narkoba Bareskrim Disebut Bikin "New Smelter"

Terdakwa kasus korupsi timah Harvey Moeis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2024. (Foto: yud)
Kamis, 22 Agustus 2024, 12:10 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa disebut sebagai inisiator sekaligus admin grup WhatsApp para pengusaha smelter timah di Bangka Belitung. Saat itu, jabatannya sebagai Dirreskrimsus Polda Bangka Belitung, pangkatnya masih Komisaris Besar (Kombes).

Hal ini diungkapkan Ahmad Syahmadi, mantan General Manager Produksi PT Timah Wilayah Bangka Belitung. Dia dihadirkan jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi komoditas timah di wilayah konsesi PT Timah. Duduk sebagai terdakwa yakni Harvey Moeis, suami artis Sandra Dewi.

Mulanya, ketua majelis hakim Eko Aryanto mengorek pengetahuan Syahmadi soal keterlibatan terdakwa Harvey Moeis. Menurut Syahmadi, awalnya ia tak tahu sosok Harvey sebagai perwakilan PT Refined Bangka Tin (RBT), perusahaan smelter timah di Bangka Belitung.

Kemudian, dalam upaya peningkatan produksi bijih timah, PT Timah menggelar forum pertemuan dengan lima perusahaan smelter timah swasta pada akhir Januari 2018.

Selain RBT yang diwakili Harvey, ada juga CV Venus Inti Perkasa (VIP), PT Tinindo Inter Nusa (TIN), PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), dan PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS).

"Kapan akhirnya Saudara tahu bahwa siapa terdakwa ini?" tanya hakim Eko di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2024.

Baca juga : Terindikasi Narkoba, Satgas Anti Narkoba Desak DKI Cabut Izin Top One

"Dari forum para pemilik smelter itu dibuatlah grup WA (WhatsApp)," jawab Syahmadi.

Dia menjelaskan, selain dirinya yang mewakili PT Timah, ada juga dari pihak perusahaan smelter timah swasta. Total anggota grup sekitar 30-an orang.

"Siapa yang punya inisiatif untuk membuat WA grup?" lanjut hakim.

"Saya dimasukkan sebagai member," timpal Syahmadi.

"Adminnya siapa?" hakim kian menggali.

"Seingat saya, adminnya Pak Direskrimsus Kombes Mukti," bongkar Syahmadi.

"Mukti siapa?" cecar hakim.

Baca juga : Raup Untung Jadi Pengepul Duit Korupsi Timah, Helena Lim Bergelimang Aset

"Juharsa," singkat Syahmadi lagi.

"Dari Polri?" hakim penasaran. "Dari Polda," sambung Syahmadi.

Syahmadi menambahkan, total membernya sekitar 30 anggota, termasuk dirinya yang mewakili PT Timah. Kemudian, ada juga Harvey Moeis. Dari grup WhatsApp inilah kemudian ia tahu bahwa Harvey sebagai perwakilan PT RBT.

"Seingat Saudara berapa smelter yang ada yang di dalam (grup WhatsApp) itu?" lanjut hakim.

"Mungkin sekitar 20 sampai 22," balas Syahmadi.

"Nama grupnya apa?" korek hakim.

"New smelter," singkat Syahmadi.

Baca juga : Sandra Dewi Lewat, Istri Suparta Terima Hasil Pencucian Uang Korupsi Timah Rp 42 M

Syahmadi menerangkan, maksud pembentukan grup ini untuk meningkatkan produksi bijih timah PT Timah melewati empat tahapan. Karena untuk membuka tambang baru, bakal memakan waktu lama.

Sehingga PT Timah memberdayakan lahan-lahan lama untuk ditambang ulang oleh para penambang.

"Jadi, latar belakangnya untuk meningkatkan produksi?" sambung hakim.

"Tapi untuk meningkatkan produksi, meskipun buka tambang baru pasti prosesnya lama, harus ngebor harus bikin jalan, bikin jembatan, panjang, Yang Mulia. Kemudian, tambang-tambang sendiri yg pakai kapal grup selama ini," beber Syahmadi.

Diketahui, Harvey Moeis terlibat dalam perkara dugaan korupsi komoditas timah di wilayah konsesi PT Timah yang merugikan keuangan negara Rp 300 triliun lebih. Suami artis Sandra Dewi ini juga dijerat dengan pasal pencucian uang, dari hasil korupsinya bersama-sama tersangka lain. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal