LampuHijau.co.id - Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI Tahun 2024 digelar di Hotel Aria Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan menghasilkan sejumlah keputusan strategis, Rabu, 21 Agustus 2024.
Konkernas 2024 di Banjarmasin secara aklamasi menetapkan keputusan penting lainnya. Yakni (1) Memindahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dari Riau ke Kalimantan Selatan. Dan (2) Menetapkan Medan, Sumatera Utara sebagai tuan rumah Porwanas Tahun 2027.
Keputusan tersebut disampaikan dalam Konkernas yang mengambil tema "Merawat Kebersamaan Menuju PWI Yang Lebih Baik" diikuti oleh ketua dan pengurus dari 30 PWI Provinsi. Konkernas itu dibuka oleh Ketum Pusat PWI Pusat Hendry Ch. Bangun.
Baca juga : Klarifikasi PWI Pusat, Hendry: Keterangan Jusuf Rizal Tidak Berdasar Fakta
Dikatakan, sejak terpilihnya sebagai Ketum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun telah berhasil merealisasikan program-program kerja yang dijanjikannya dalam Kongres di Bandung. Di antaranya dalam meningkatkan profesionalisme dan wawasan kebangsaan wartawan anggota PWI melalui Program UKW dan SJI.
Hendry Bangun mengatakan, sejak tanggal 27 September hingga kini, PWI Pusat telah sukses mengadakan 20 kali UKW Gratis di berbagai provinsi di Tanah Air kita.
"Insha Allah, hingga akhir Desember 2024 semua UKW Gratis tuntas diadakan di 38 provinsi plus satu di PWI Solo," jelasnya.
Baca juga : Konfrenprov PWI Jaya 2024, Kesit Budi Handoyo Terpilih Jadi Ketua
Sementara untuk Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Gratis sudah digelar di empat provinsi provinsi, dan akan diselenggarakan di empat provinsi lainnya dalam waktu mendatang, seperti Sumatera Utara dan Jawa Timur.
Hendry juga menjabarkan, dalam kegiatan lainnya seperti edukasi dan sosialisasi Pilkada Damai, PWI Pusat di bawah kepemimpinannya juga dipercaya sebagai mitra strategis. Demikian pula dalam tataran kerjasama intenasional, PWI masih diakui sebagai mitra terpercaya oleh Korea Selatan dan China.
"Di tengah dinamika organisasi dan tantangan masa depan yang penuh tantangan, PWI masih diakui eksistensi dan mendapat kepercayaan tinggi dari berbagai pemangku kepentingan lainnya," imbuh Hendry. (ULI)