LampuHijau.co.id - Kuasa hukum Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK JB), Benny Wullur meminta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turun tangan untuk mengatasi penyerobotan lahan SMAK Dago beberapa waktu lalu. Permintaan Benny bukan tanpa alasan, pasalnya beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 28 Juli 2024 puluhan orang yang tergabung dalam salah satu ormas menunduki lahan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Benny menduga ada oknum TNI yang ikut mendukung aksi pendudukan sekolah yang telah berdiri sejat Tahun 1952 tersebut.
Baca juga : Satu Orang Meninggal, Seluruh Jajaran Polres Jakarta Pusat Turun Tangan Atasi Tawuran
"Kami sangat menyayangkan adanya dugaan keterlibatan dari oknum TNI yang seharusnya bertugas untuk mengamankan negara tetapi kita menduga telah membantu sekelompok ormas yang diduga ingin mengusai lahan SMAK Dago yang melawan hukum", ujar Benny di kantornya di kawasan Kemayoran, Selasa (13/8/2024).
Menurut Benny BPSMKJB menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan pendidikan anak-anak generasi penerus bangsa. "Untuk itu kami memohon untuk bantuan dari Bapak Presiden RI, untuk segera turun tangan selesaikan masalah ini, karena pihak kepolisian selama ini sepertinya ada dugaan ada pembiaran," ucap Benny.
Baca juga : Bhabinkamtibmas Desa Karanghegar Ajak Pelajar SDN Bhineka Jauhi Perundungan
Lebih lanjut Benny mengatakan terkait dugaan adanya peran oknum TNI yang ikut melakukan pendudukan lahan SMAK Dago, pihaknya akan membuat surat-surat pengaduan secara resmi ke Panglima TNI.(wong)