Bos Taksi Malaysia Nolak Gojek & Sebut Indonesia Negara Miskin, Kedubes Malaysia Bakal Didemo 

Selasa, 27 Agustus 2019, 23:05 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Bos Taksi di Malaysia bernama Shamsubahrin Ismail menolak Gojek beroperasi di Malaysia dengan kata-kata yang provokatif. Pernyataan-pernyataan Shamsubahrin Ismail tersebut beredar viral di jagat maya dan menimbulkan kontroversi. Selain menyoroti Gojek, dia juga menyebut kalau masyarakat Indonesia sebagai negara miskin. Tidak hanya Indonesia, negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Kamboja pun ikut disebut. 

Berita Terkait : Indonesia Jangan Diam, Ganyang Malaysia Sekarang Juga


Video yang berdurasi 59 detik itu mengundang perhatian netizen Indonesia. Para netizen tidak terima atas perkataan itu. Akun Twitter yang memviralkannya langsung banjir komentar, dan mendapat Retweet sebanyak 493 dan Like sebanyak 510. 
Berikut cuitan tajam hingga nyeleneh dari warga Twitter yang jengkel atas video tersebut, seperti dikutip, Selasa (27/8/2019). 
@J*h*n*rc: Gw curiga ne orang juragan opang di negaranya..makanya anti banget ma ojol , takut kesaingin
@Bl*stg**k: bisnis udah di ujung tanduk ya gini, tawa in aja gaes
@L*mt*54215978 : Belum pernah menghadapi netizen Indonesia...silakan menolak gojek tp jangan hina Indonesia!!! 
@*ff*ci*lmirz**: Kalo ada soekarno ancur tu bibir

Baca Juga : My Telkomsel Jadi Super App, Tawarkan Fitur Lengkap untuk Gaya Hidup Digital

Tak hanya di dunia maya, di dunia nyata para pengemudi ojek online merespon perkataan Bos Taksi Malaysia itu. Persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia berencana akan melakukan unjuk rasa mengepung Kedubes Malaysia di kawasan Kuningan, Jakarta, pada 3 September mendatang.
"Jika tidak ada klarifikasi dari Dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se-Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI," kata Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).
Igun menjelaskan, ucapan pria Malaysia itu dianggap meresahkan karena merendahkan profesi ojek online. "Ucapan dia juga menghina rakyat Indonesia," ujar Igun.(MW/NET)

Baca Juga : Anggota DPD RI Terpilih dari Papua Bantah Kabar Yorrys Didukung Seluruh Senator Papua untuk Pimpin DPD RI


 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal