Diduga Akibat Rangkap Jabatan

Heru Gagal Jalankan Instruksi Jokowi Atasi Masalah Klasik Jakarta

Minggu, 28 Juli 2024, 20:40 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi gagal jalankan tiga instruksi Presiden Jokowi. Tiga instruksi itu yakni, banjir, kemacetan, dan penataan tata ruang. Hingga di akhir masa jabatannya, Heru belum berhasil memberikan hasil yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah pusat.

Heru dilantik menjadi Pj Gubernur Jakarta pada 17 Oktober 2022. Dengan demikian, masa jabatannya hampir dua tahun berjalan, atau hanya tersisa sekitar 100 hari lagi dari tanggal pelantikan. “Saya meyakini Heru akan gagal menghadapi tiga pesan Jokowi tersebut. Tampaknya sangat sulit bagi Heru untuk menuntaskan tiga persoalan besar DKI Jakarta tersebut,” kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, Minggu (28/7/2024).

Baca juga : Ada Slot Kosong Jabatan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Kejagung Siapkan Jaksa Terbaik

Saat ini, Heru menjabat sebagai Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta sekaligus Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Heru dihadapkan pada tugas berat yang diberikan oleh Jokowi. “Salah satu penyebab utama kemungkinan kegagalan Heru adalah rangkap jabatannya sebagai Kasetpres. Tugas ganda ini membuat Heru harus membagi perhatiannya antara mengurus DKI Jakarta dan memenuhi kebutuhan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Tanggung jawab sebagai Kasetpres, lanjut SGY sapaan Sugiyanto, mencakup berbagai persiapan yang memerlukan waktu dan energi, sehingga kemungkinan bisa menghambat fokus Heru dalam menuntaskan persoalan-persoalan di Jakarta. “Sebagai contoh konkret, Presiden Jokowi berencana untuk berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, dan Heru harus mempersiapkan segala keperluan terkait hal tersebut,” ucap dia.

Baca juga : Dinda Kirana Dapat Tantangan Baru saat Memerankan Karakter di Sinetron "Takdir Cinta yang Kupilih"

Berdasarkan informasi diperoleh, diungkap SGY, pada 28 Juli ini, Presiden Jokowi akan meresmikan tol dan meninjau IKN. Heru, bersama Menteri PUPR dan Sekretariat Presiden, kemungkinan sibuk mempersiapkan segala kebutuhan Presiden untuk berkantor di IKN. Heru dan timnya juga fokus pada IKN untuk memastikan semua sarana dan prasarana penyelenggaraan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

“Rangkap jabatan yang diemban Heru menunjukkan bahwa mengatasi persoalan kompleks di Jakarta membutuhkan dedikasi penuh dan perhatian yang tidak terbagi. Dengan beban tugas yang terpecah, sulit bagi Heru untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Jokowi, sehingga persoalan-persoalan besar di Jakarta tetap belum terselesaikan,” pungkasnya. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal