LampuHijau.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan peringatan dini terkait kemungkinan terburuk terjadi kekeringan di Ibu Kota. Untuk wilayah Jakarta Pusat berstatus siaga, dengan peluang terjadinya hujan sangat rendah. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan niat warga untuk bercocok tanam di tengah musim kemarau. Warga justru terbantu dengan adanya pola tanam sayuran hidroponik.
Kepala Seksi Pertanian Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Sunarto mengatakan, musim kemarau adalah ujian terberat pertanian perkotaan. Sebab, jika kebutuhan air untuk tanaman tidak tercukupi akan mengalami kematian. Maka itu, metode pertanian dengan menggunakan hidroponik sangat tepat untuk memanfaatkan air.
"BMKG sudah memberikan peringatan. Maka itu menurut saya hidroponik paling tepat untuk pertanian perkotaan di musim kemarau. Sebab, sirkulasi yang dibuat tidak membuang air seperti cara konvensional. Tinggal setiap tiga hari saja untuk penambahan air di bak penampungan," ucapnya.
Baca juga : Alhamdulillah, Sumur Wakaf di Bogor Sangat Membantu di Musim Kemarau
Sunarto menjelaskan, untuk wilayah kini sudah ada 105 pertanian perkotaan yang dilengkapi dengan media tanam hidroponik. Untuk tahun ini pun geliat hidroponik akan lebih masif lagi. Sebab, akan menambah 50 hidroponik yang akan disebar di RPTRA dan sekolah di Jakarta Pusat.
"Tidak hanya memberikan media tanam hidroponik. Kami akan memberikan pelatihan kepada warga terkait cara kerja dan proses perawatan tanaman menggunakan metode tersebut. Hal itu agar hasilnya sesuai yang diharapkan," ucapnya.
Keberhasilan panen hidroponik saat musim kemarau salah satunya sudah terlihat dari lingkungan warga di RW 03 Cempaka Putih Timur. Sebab, panen tanaman di lokasi tersebut sangat segar dan hijau, tidak nampak layu karena panasnya cuaca di Jakarta. Terhitung 35 kilogram sayuran dihasilkan dari dua hidroponik di lokasi itu.
Baca juga : Wali Kota Cirebon: Kasih Sayang Ortu ke Anak Bisa Cegah Konsumsi Narkoba
"Kami panen sayuran kailan, selada, bayam, dan pakcoy. Memang dengan hidroponik setiap bulan sayuran bisa selalu di panen dan dapat diganti-ganti jenisnya," ucapnya.
Sekretaris Kelurahan CPT Puji mengatakan, kehadiran pertanian perkotaan memang memberikan manfaat ganda. Yakni warga bisa menikmati sayuran sehat yang dapat dipetik dari sumber, dan lingkungan menjadi lebih asri tentunya mendukung estetika kota. Namun itu tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan langsung warganya.
"Pertanian perkotaan memang cukup aktif di wilayahnya kami. Mulai dari lingkungan warga, RPTRA dan keterlibatan PPSU yang melakukan penataan di sejumlah titik. Hasil memang bisa dimanfaatkan oleh warga setempat," ucapnya.
Baca juga : Minta Perlindungan, Kivlan Zein Kirim Surat ke Menhan
Ketua RW 03 Cempaka Putih Timur Sardini mendukung kegiatan penanaman hidroponik yang telah digencarkan Sudin KPKP Jakarta Pusat. Dengan adanya hidroponik, warga RW 03 dapat mendapatkan sayuran secara mandiri.
"Masyarakat senang, tanaman terong kemarin sudah pernah dipanen. Pola hidroponik menghasilkan sayuran lebih bagus. Hasil panen ini masih untuk konsumsi warga, belum dijual," tukasnya. (RKY)