Bila Tetap Nekad, Bamus Sahnya Haji Lulung akan Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 22 Agustus 2019, 20:01 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menyikapi perkembangan adanya Bamus Betawi tandingan yang akan dikukuhkan, Minggu (25/8/2019), sebanyak 94 ormas pendukung berkumpul untuk menyatakan sikap. Pernyataan sikap itu dipimpin langsung Ketua Umum Bamus Betawi Haji Abraham Lulung Lunggana didampingi para ketua antara lain Munir Arsyad, Rachmat HS, Eki Pitung, Taufik. Juga dihadiri Majelis Adat Haji Nuri Taher.

"Bamus Betawi yang sah secara hukum adalah yang saya pimpin. Memang sudah saya dekati Oding Cs, namun tidak ada titik temu," kata Lulung di kantor Bamus Betawi, Kamis (22/8/1019).

Ditegaskan Lulung, Bamus Betawi di bawah pimpinannya juga sangat diakui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena, organisasi ini sesuai hasil musyawarah besar (Mubes) Bamus Betawi.

Baca juga : Sosialisasi Capaian Kerja, Jokowi  Sapa Warga Kuningan Melalui Video Hologram

"Kemarin Lebaran Betawi, Gubernur Anies sangat mengapresiasi Bamus Betawi pimpinan saya. Yang lebih sempit lagi, kelompok tandingan selalu mengklaim paling Betawi. Ini sangat tidak etis. Saya tantang mereka ikut bertarung lima tahun mendatang," tandas Lulung.

Ditegaskan Lulung, sesuai aturan, kelompok tandingan tidak bisa menggunakan embel-embel Bamus Betawi. "Kelompok tandingan tidak boleh menggunakan atribut dan embel-embel Bamus Betawi. Sebab sesuai pleno, Oding sudah berakhir kepengurusannya. Kalau tetap mereka ngotot melakukan pelantikan, maka kami akan melakukan penegakan hukum," tegas Lulung.

Haji Lulung mengajak seluruh organisasi masyarakormas) Betawi tetap bersatu sebagai organisasi keadatan.

Baca juga : Disparpud DKI Gelar Hobbies N Sport Exhibition Djakarta 2019 di Ancol

Seperti diketahui, Bamus tandingan Oding Cs akan dikukuhkan Minggu (25/8) di Padepokan TMII. Menurut Lulung, kepengurusan Bamus Betawi di bawah pimpinannya merupakan keputusan musyawarah tertinggi yang dikuatkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

“Saya tetap mengajak bersatu. Ini kan ditentukan dari musyawarah tertinggi. Dan Bamus Betawi bukan lembaga politik, ini lembaga untuk berhimpun masyarakat Betawi. Kalau ada mubes lagi, berarti dia yang membelah persatuan,” kata Lulung.

Menurutnya, jika ada pihak yang tidak terima dengan keputusan musyawarah tertinggi bisa bertarung lagi dalam pemilihan Ketua Bamus Betawi lima tahun ke depan. Terlebih, katanya, Majelis Adat Bamus Betawi telah dikukuhkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Baca juga : Senen Makin Macet, Sudinhub Jakpus Uji Coba Rekayasa Lalin di TL Kramat Bunder

“Pertanyaannya, apa sih yang mereka cari? Jangan sampai kita terbelah. Malu dong, ini tanah sendiri, kampung sendiri, masa harus terbelah, masa nggak malu (dengan pendatang). Saya mengajak, ayo guyub,” kata Lulung.

Dia menduga, adanya Bamus Betawi tandingan disebabkan oleh oknum yang memiliki kepentingan terhadap masyarakat Betawi. Bahkan, dia mendapat laporan ada orang-orang pada Bamus Betawi kubu lainnya yang tidak punya rekam jejak di organisasi Bamus Betawi yang selalu memprovokasi sehingga menyebabkan perpecahan.

“Dia ga mau berkomunikasi, setiap kegiatan kita mengundang mereka. Baik lebaran Betawi, ulang tahun, Bamus, tapi mereka nggak mau,” tegasnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal