LampuHijau.co.id - Kemacetan arus lalu lintas yang terus meningkat di sekitar persimpangan traffic light (TL) Jalan Kramat Bunder, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat mulai disoroti sejumlah pihak terkait. Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi itu seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi di Jakarta. Sehingga, armada bus Transjakarta banyak yang ikut parkir di pinggi Jalan Kramat Bunder. Kegiatan tersebut justru menambah imbas kemacetan yang ada di sekitar TL Kramat Bunder, Senen.
Guna menangani dan upaya penguraian kemacetan di lokasi, petugas gabungan dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Satlantas Polres Jakpus, Pemkot Jakpus, Transjakarta, dan PT KAI mulai terjun ke lokasi. Mereka melakukan pemantauan dan akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas dengan pemasangan barrier (pembatas) sementara.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Pusat Bakwan Ferizan Ginting mengatakan, dari hasil pengecekan ke lokasi banyak ditemukan para pelanggar lalu lintas baik roda 4 dan roda 2. Banyaknya pelanggar lalu lintas membuat situasi jalan bertambah macet dan semrawut.
Baca juga : Jelang Pemberlakuan GaGe, Sudinhub Jakpus Gencar Sosialisasi
"Kita buat rekayasa (lalin) agar mengurangi pelanggar. Nanti kita pasang mcb dulu," katanya di lokasi, Kamis (22/8/2019).
Rekayasa yang akan dilakukan meliputi Jalan Senen Raya, Jalan Kramat Bunder dan arah Jalan Bungur Raya. Nanti setelah rekayasa, sambungnya, kendaraan yang datang dari arah senen raya ke arah stasiun senen tidak akan menumpuk lagi.
"Pemasangan barrier di tengah jalan kramat bunder arah stasiun senen. Transjakarta parkir di jalur sisi kiri, sementara jalur kanan sebagau akses kendaraan umum untuk masuk ke dalam stasiun senen," ujarnya.
Baca juga : Pekan Depan, Pemkot Jakpus Bakal Ujicoba HBKB di Sawah Besar
Kemudian, kendaraan dari arah Jalan Letjen Suprapto yang sebelumnya dapat berbelok ke arah Jalan Bungur Raya, setelah rekayasa diberlakukan tidak akan diperbolehkan lagi belok ke kanan. "Rekayasa untuk menciptakan kenyananan pejalan kaki dan keselamatan penyebrang jalan," akunya.
Sementara, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak menegaskan, penerapan rekayasa lalu lintas di bundaran Jalan Kramat Bunder akan mulai dilakukan uji coba pada Kamis (22/8) sore. Rekayasa akan dilengkapi dengan pemasangan barrier sementara di titik-titik yang telah ditentukan. "Nanti sore akan dimainkan.
Uji coba pemasangan barrier plastik tidak langsung beton. Nanti juga sudah tidak bisa lagi kendaraan berputar balik dari arah Jalan Kramat Bunder arah FO Senen menuju arah Stasiun Senen. Pengendara harus belok kanan (arah Jalan Kwini) berputar dulu ke arah Jalan Usman dan Harun untuk menuju Stasiun Senen.
Baca juga : Cari Atlet Muda Berbakat, Sudin Pora Jakpus Gelar Lomba Catur Tingkat Kota
"Rekayasa ini diterapkan ketika tingkat kemacetan tinggi. Ini hasil pemantauan bersama petugas Satlantas Polres Jakpus. Kita punya pemikiran yang sama, yakni pembuatan rekayasa lalulintas," tukasnya. (RKY)