LampuHijau.co.id - Berdasar pernyataan BMKG, musim kemarau tahun 2019 ini bakal jadi musim kekeringan panjang. Maka, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespons guna menghadapinya dengan penyaluran jutaan liter air bersih. Selain itu, ACT juga membangun 263 sumut wakaf yang bakal dirasakan oleh ratusan ribu penerima manfaat.
Dipaparkan Presiden ACT Ibnu Khajar, pihaknya terus mengupayakan tiga program guna penanggulangan dampak kekeringan, yakni penyediaan air bersih, layanan medis, dan bantuan pangan. Dan untuk 4 bulan terakhir, ACT telah memproses sekitar 1.400 sumur wakaf di seluruh Tanah Air.
"Tahap awal penanganan kekeringan, ACT akan menyuplai kebutuhan air bersih sebanyak 2,1 juta liter per hari melalui mobile water tank dengan total 60 juta liter per bulan,” ungkapnya dalam Konferensi Pers Kekeringan Mematikan Aksi Cepat Tanggap, Selasa (20/8/2019) di Jakarta.
Baca juga : Tiga Desa Kekeringan, Pemkab Bekasi Belum Siapkan Solusi
Selain itu, ACT juga mengajak masyarakat para dermawan untuj bahu-membahu membantu saudara kita yang terdampak kekeringan. Kepedulian kita terhadap sesama, lanjutnya, tentu bisa mengatasi tiap masalah yang menimpa. Para dermawan pun bisa membantu dengan aksi dengan cara klik bit.ly/DermawanAtasiKekeringan.
ACT juga berkolaborasi dengan BMKG, dalam informasi terbaru terkait hasil monitor dan peringatan dini soal wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Menurut data BMKG, sebanyak 64,94 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, di bawah 100 mili meter per bulan, pada Agustus 2019. BMKG juga menyatakan, musim kemarau tahun 2019 akan terjadi kekeringan panjang akibat beberapa faktor yaitu fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim.
"Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan meteorologi level ekstrem. Ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak ada hujan, bahkan lebih lebih dari 90 tidak hujan,” ungkap Kepala Sub Bidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi.
Baca juga : Dinas SDA Targetkan Pengerukan Sungai Selesai Pada Akhir Tahun
Sejalan dengan itu, Direktur Social Distribution Program (SDP) ACT Wahyu Novyan menyatakan, saat ini hampir 3,5 juta warga menjadi korban dampak kekeringan di 55 kota dan kabupaten. Maka, ACT akan mendistribusikan 2,1 juta liter air bersih per hari, di 28 cabang kantor ACT.
Sementara, Senior Manager Global Medic Action ACT dr. Rizal Alimin pun menyampaikan, bencana kekeringan yang menimpa hampir di seluruh daerah Indonesia tentu memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
"Di musim kemarau, akan terdapat banyak kemungkinan peningkatan penyebaran hepatitis A, tifus, malaria hingga demam berdarah, dan penyakit lainnya. Bahkan secara jangka panjang pengaruh buruk kekeringan panjang akan berdampak peningkatan stunting bagi anak-anak," ungkapnya. (YUD)