LampuHijau.co.id - Anggaran penanganan banjir di Ibukota, porsi terbesar akan digunakan untuk pembebasan lahan sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai. Pembebasan lahan tersebut, salah satunya di 118 bidang sepanjang kali Ciliwung.
Hal tersebut ungkapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaeni. Menurut Juaeni terjadi penambahan anggaran untuk program penanganan banjir khususnya untuk normalisasi sungai sebesar Rp 50 miliar menjadi Rp 850 miliar dari sebelumnya Rp 800 miliar.
"Justru pada APBD-P 2019 tidak ada pemangkasan untuk anggaran penanganan banjir namun terjadi penambahan. Rp 850 miliar untuk sungai, dimana penetapan pertama sebesar Rp 800 miliar. Namun anggaran dibagi dua, untuk sungai Rp 800 dan waduk Rp 350 miliar," kata Juaeni saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Terkait pembebasan lahan untuk normalisasi sungai Juaeni menjelaskan, ada total 118 bidang di sepanjang kali Ciliwung.
Baca juga : Pelaksanaan Proyek di Lampung Selatan Lambat, Bisa Berimbas Pada APBD Tambahan
"118 bidang tersebut ada di empat kelurahan yang akan dibebaskan. Untuk pembebasan lahan tersebut dianggarkan sebesar Rp 150 miliar," ungkap Juaeni.
Menurut Juaeni, sebelum melakukan pembebasan lahan, pihaknya menginventarisir terlebih dahulu tanah yang sudah memenuhi persyaratan dari segi legalitas.
"Kita inventarisir dulu. Misalnya ada tiga lokasi, lokasi yang pertama belum memenuhi persyaratan maka kita mundurin (ke lokasi lain), tidak berpatokan pada lokasi. Jadi yang dibayar yang sudah memenuhi persyaratan baik surat dan proses administrasinya sudah komplit. Itu kita lakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan tersebut," ujarnya.
Baca juga : Pengamat: Penggunaan E-TLE Sudah Tepat
Untuk pembebasan lahan tersebut, kata Juaeni, pihaknya menargetkan akhir bulan Desember 2019 sudah selesai. Setelah itu, program normalisasi sungai akan segera dikerjakan.
"Targetnya sampai Desember akhir tahun sudah selesai masalah pembebasan lahan. Karena kita akan menjadikan sungai bentuknya natural dan lebarnya sesuai dengan sebelumnya," ujarnya
Juaeni.
Juaeni juga menambahkan, pihaknya optimis jika seluruh program penanganan banjir bisa selesai sesuai target yang ditetapkan, serapan anggaran bisa lebih meningkat dibanding sebelumnya.
Baca juga : Polri Siap Amankan Pelantikan Presiden Terpilih
"Anggarannya sudah ada, masa kita tidak mampu mengoptimalkan anggaran tersebut," tandasnya.(ADT)