Pelan Tapi Pasti, Prinsip yang Dibangun Pak Suradi dalam Mengembangkan Toko Dunia Kopi

Senin, 19 Agustus 2019, 19:07 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejak berdiri beberapa tahun lalu, prinsip pelan tapi pasti yang selalu dibangun Suradi, pemilik Toko Dunia Kopi, yang terletak di basement Pasar Santa, Jakarta Selatan. Sebagai contoh, awalnya hanya memiliki satu mesin raosting atau pengering kopi, kini sudah jadi dua. Mesin raosting terbaru buatan Taiwan ini sudah lebih canggih dan dikendalikan dengan komputer.

"Bagi saya itu, dalam bisnis kopi ini, saya selalu menjaga kualitas kopi yang saya jual ke pelanggan, baik pelanggan lokal maupun asing. Untuk itulah saya membeli mesin ini seharga Rp260 juta," kata Suradi kepada lampuhijau.co.id, Senin (19/8/2019).

Bukan hanya itu, lanjut Suradi, dulunya mesin raosting ada di rumah daerah Kreo, Ciledug. Dan cukup memakan waktu menuju Pasar Santa. "Saya akhirnya bisa menyewa tempat di lantai atas Pasar Santa untuk tempat dua mesin roasting. Ini tak lain berkat kebaikan hati Kepala Pasar Santa Psk Subhan. Dan proses pengeringan dan penggilingan kopi pun menjadi lancar. Dan tentunya, pelanggan saya jadi terlayani dengan baik," ujarnya.

Baca juga : Sudin Kesehatan Jakut Pastikan Hanya Vitamin yang Dikonsumsi Pasien di Kamal Muara

Seperti diketahui, Toko Dunia Kopi sudah dikenal cukup lama di tengah masyarakat Jakarta. Sebab di Toko Dunia Kopi milik Suradi ini, bisa dinikmati kopi berkualitas dengan harga murah. Makanya, tak heran banyak warga asing yang datang berbelanja ke toko yang terletak di lantai dasar Pasar Santa, Jakarta Selatan. Suradi menceritakan bahwa yang berbelanja ke tokonya, bukan hanya pedagang kopi Jakarta, tapi juga turis mancanegara. Juga anak muda Jakarta serta beberapa artis dan pejabat.

"Terus terang, sejak berdiri 12 tahun silam, toko kopi saya ini sudah menjadi destinasi wisata hingga manca negara. Khusus turis asing, selain diminum sehari hari, jika pulang ke negaranya juga beli untuk oleh-oleh. Sebut saja seorang turis asal Rusia yang setiap pulang ke negaranya membeli 60 kg," ujar Suradi.

Dijelaskan Suradi, prinsip dasarnya membuka toko kopi ini adalah untuk mengenalkan kopi nusantara kepada pembeli baik warga lokal maupun warga asing. Sebab kopi nusantara ini, sebut saja kopi Arabika Bali Kintamani, rasanya enak dan harganya  murah.

Baca juga : Perumahan Mewah di Jaksel Dibongkar Karena Tak Ber-IMB, Pengembang: Udah Ngajuin Tapi Dipingpong

"Namun di toko, saya juga ada kopi luar negeri sebagai pelengkap saja. Dan saya juga mengedokasi anak anak muda utuk berwirausaha. Jadi reseler maupun buka kedai kopi. Saya juga menjual alat pengolahan kopi dengan harga terjangkau. Dan di toko saya, para pembeli bisa langsung tes kopi yang diinginkan," jelas Suradi seraya menambahkan awalnya tokonya khusus jual kantong plastik, namun berkembang jadi jual kopi berkualitas.

Untuk pencinta kopi lokal atau anak muda zaman now, ujar Suradi, kopi yang disukai adalah kopi Arabika Aceh Gayo Waeni. Sementara, untuk turis asing lebih menyukai kopi Arabika Bali Kintamani. Adapun kopi lokal lain yang juga tak kalah enaknya untuk dinikmati, lanjut Suradi, Arabika Long Bery, Arabika Pe Bery, Arabika Java Prenger Garut maupun Arabika Malabar. Dan kopi ini juga diminati para pecinta kopi strong atau kopi jantan warga Tanah Air.

Pemantauan di lokasi, Toko Dunia Kopi milik Suradi ini, tampak warga Jepang, Korea, Cina maupun dari Eropa, secara bergantian datang membeli kopi untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Ada pula warga lokal, baik anak muda Jakarta maupun luar kota juga terlihat antri untuk membeli kopi milik Suradi ini.

Baca juga : Pembunuh Fifi, yang Dibuang di Legok Ternyata Tunangannya Sendiri

Kehadiran Dunia Kopi di pasar tradisional Santa, Jakarta Selatan ini secara otomatis mengangkat derajat pedagang pasar tradisional milik Perumda Pasar Jaya ini. Artinya, berdagang di pasar tradisional juga mampu bersaing secara kualitas dengan pedagang di mal-mal. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal