LampuHijau.co.id - Pemkot Jakut Upayakan Pemanfaatan Kolong Tol Jadi Ruang Ke-Tiga Publik Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memastikan akan mencarikan solusi terbaik terkait penggunaan kolong tol yang ada di wilayahnya. Langkah pertama yang dilakukan ialah dengan cara mengumpulkan jajaran pengelola tol, yang beroperasi di Jakarta Utara.
Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan jajaran pengelola tol untuk berdiskusi terkait pemanfaatan kolong tol, sehingga ke depannya kolong tol dapat bermanfaat bagi kebutuhan publik. "Nanti kita akan diskusikan kembali untuk mencari solusi pemanfaatan kolong tol ini," katanya saat ditemui di kolong Tol Dalam Kota, RT07/16 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (1/4/2019).
Baca juga : Lestarikan Budaya, Pemkot Jakut Terapkan Delapan Ikon Betawi
Syamsuddin menjelaskan, pemanfaatan kolong tol ini harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Termasuk melibatkan warga sekitar agar dapat bermanfaat bagi kebutuhan publik.
"Tentu selain pengelola tol, kami juga akan meminta masukan berbagai element masyarakat supaya bagaimana kolong tol ini bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Baca juga : Walikota Jakarta Timur Siapkan Sanksi Warga Tolak Jumantik
Dia menerangkan, salah satu rencana pemanfaatan kolong tol ini dengan menjadikannya sebagai ruang ketiga. Ruang publik yang berfungsi menjadi tempat interaksi, edukasi hingga rekreasi bagi masyarakat sekitar.
Sedikitnya terdapat tujuh lokasi ruang ketiga yang akan dibangun di wilayah Jakarta Utara. Satu di antaranya Taman Maju Bersama (TMB) yang akan dibangun di kolong Tol Lingkar Luar (Jakarta Outer Ring Road), Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.
Baca juga : Pasar Bersih dan Sehat Jadi Target Perumda Pasar Jaya di Hari Jadi Ke-52
"Untuk mencari solusi ini kan harus dilakukan secara komprehensif. Tidak bisa dari satu pihak saja, tapi juga harus melibatkan swasta dan masyarakat juga," tutupnya. (Sep)