Uang Hasil Malak Eselon 1 Dipakai Buat Beli Mobil Innova Anak SYL

Terdakwa dugaan pemerasan di Kementan mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Yud)
Senin, 29 April 2024, 16:22 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Fungsional Barang dan Jasa Madya Koordinator Substansi Rumah Tangga Biro Umum Pengadaan, Arief Sopyan mengaku pernah diminta mencarikan uang untuk membeli mobil Toyota Innova anak Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita.

Hal ini terungkap setelah hakim anggota Fahzal Hendri mengorek keterangannya, saat dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam perkara dugaan pemerasan mantan Menteri Pertanian (Mentan) SYL di Kementan. Selain SYL, dua terdakwa lainnya adalah mantan Sekretaris Jenderal Kasdi Subagyono dan mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta.

Awalnya, hakim Fahzal mengonfirmasi Arief soal pembelian mobil Toyota Innova untuk anak perempuan SYL, Indira Chunda Thita. Hal ini langsung dibenarkan Arief.

"Kapan mobil Innova itu dibeli?" tanya hakim Fahzal dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2024.

"Sekitar Maret 2022," jawab Arief.

Baca juga : Aiman Witjaksono Dinilai Buat Gaduh Publik

"Saudara diperintah untuk mencarikan uang itu untuk membayar. Dari siapa?" lanjut hakim.

"Iya. Dari sharing eselon 1," timpal Arief lagi.

Hakim Fahzal penasaran, ia meminta penjelasan siapa saja pejabat eselon 1 di Kementan yang kena palak itu. Arief menyebut beberapa di antaranya, seperti Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan dan Dirjen Perkebunan.

"Berapa banyak eselon 1 yang ngumpulkan uang? Semua eselon 1?" cecar hakim.

"Tidak, Yang Mulia. Eselon 1 yang tidak pernah ngumpulkan, Inspektorat Jenderal," beber Arief.

"Inspektorat? Urusan Inspektorat itu dia memeriksa keuangan kerjanya. Kerja orang diperiksa. Kalau sama dia minta, oooo minta ke singa. Ya, nggak bisa lah dapat," respons hakim.

Baca juga : Kang Jimat Melakukan Peletakan Batu Pertama Pasar Inpres Pagaden Subang

"Kalau yang lain eselon 1-nya kena semua?" hakim kembali bertanya.

"Kena Yang Mulia," balas Arief.

Kembali, hakim Fahzal menanyakan peruntukan mobil Toyota Innova.

"Untuk dikirim ke rumah anaknya di rumah Lebak Bulus, di Jakarta Selatan," jawab Arief.

"Anaknya yang mana? Siapa namanya?" sambung hakim.

"Yang perempuan. Kalau nggak salah, Thieta," ungkap Arief.

Baca juga : Antisipasi Kecelakaan, Polisi Putar Balik Mobil Bak Terbuka Angkut Penumpang

"Itu dicicil apa dibayar lunas?" hakim kian mencecar.

"Lunas, Pak. Saat itu (harganya) Rp 500-an (juta)," Arief membeberkan.

Arief juga menjelaskan, sumber uang pembayarannya dari hasil saweran pejabat eselon 1 Kementan. Termasuk dari hasil pinjaman pihak swasta atau vendor yang memiliki pekerjaan di Kementan lewat penunjukan langsung, karena nilainya di bawah Rp 200 juta. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal