Menhub Siapkan Jurus Untuk Sejahterakan Pengemudi Ojol

Menhub RI Budi Karya Sumadi di acara Nyate Bareng Ojol. (Foto: merahputih.com)
Minggu, 11 Agustus 2019, 21:46 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi (BKS) merayakan momen Hari Raya Idul Adha 1440 H bersama ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Momen kebersamaan digelar dengan cara nyate bareng. Ini dilakukan untuk menyamakan persepsi antara para ojol dengan pemerintah.

Budi menyampaikan, konsep berkurban di Hari Raya Idul Adha ini adalah untuk mencegah adanya perbedaan pendapat. Termasuk rela berkorban dan saling memperhatikan kebutuhan orang yang tidak mampu. “Konsep kurban sendiri adalah kesetaraan, bagaimana kita ini sesama umat saling memperhatikan,” ungkap BKS di hadapan ratusan pengemudi ojol.

Baca juga : Jessica Iskandar Tutup Pintu buat Mantan Suami

Oleh karena itu, lewat acara nyate bareng ini, kata dia, pemerintah pusat ingin lebih memperhatikan para pengemudi ojol. Dengan syarat, tak perlu melakukan demo yang tidak penting. “Jadi pemerintah akan memperhatikan kalian. Saya juga minta aplikator untuk memberikan perhatian kepada kalian, setuju ya? Tapi jangan didemo dong, setuju ya?” pintanya.

Dia mengungkapkan, pengemudi ojol yang bersedia hadir di acara nyate bareng di GBK merupakan pengemudi yang mau mentaati aturan pemerintah. Juga mau berdiskusi jika ada pendapat yang tidak disetujui, bukan melakukan demonstrasi. “Saya setuju orang-orang di sini baik-baik semuanya. Pokoknya kita cari kompromi ya kalau ada yang nggak bisa diselesaikan. Saya yakin itu, setuju kan? Setuju kan?” ujarnya.

Baca juga : Lewat Z-Mart, BAZNAS Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pedagang Kecil

“Jadi, kalau kita kompromi itu kan semuanya jalan, ada jalan. Kalau itu dijalankan pasti semua tenang, oleh karenanya hari ini nyate bareng untuk melupakan perbedaan, mencari persamaan, setuju ya!” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, BKS akan memperjuangkan kesejahteraan para pengemudi ojol. BKS mengaku tengah memformulasikan sebuah kebijakan agar dapat menyejahterakan para pengemudi ojol yang ada di Indonesia. Salah satunya, dengan cara memberikan kepastian pendapatan pengemudi ojol. “Pertama tentu, bagaimana kepastian pendapatan itu terjadi. Makanya kita ada penyesuaian tarif, bukan kenaikan ya, di beberapa kota bertahap kita lakukan. Kita juga mau proses ini berlaku dengan baik ya. Di kota-kota besar, trus kemarin di 25 kota ya kita lakukan,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Siapkan 112 Titik Layanan BBM di Jalur Tol Trans Jawa

Dengan adanya kepastian besaran pendapatan yang mereka terima, kata BKS, maka seluruh pengemudi ojol mampu menyejahterakan diri dengan cara mengatur flow keuangan mereka. “Kalau ada kepastian besaran yang mereka dapatkan, mereka bisa merencanakan kehidupannya, mereka bisa nyicil motor, motornya berapa, makan berapa, saving berapa,” jelasnya.

Dia juga meminta kepada pemilik aplikator ojol, untuk dapat mencari solusi bersama menyejahterakan para ojol. “Kemarin saya dengar sudah ada asuransi yang roda empat ya, Jasa Raharja. Kita ingin roda dua juga kita upayakan akan ada asuransi, ini yang basic terpenuhi baru nanti kita kembangkan ke hal-hal yang lain,” tutupnya. (LHTJ/RMOL)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal